Rupiah Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.800–Rp17.950

Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah diperkirakan masih bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pekan depan.

Pelaku pasar akan mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang Garuda.

Pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026), rupiah melemah 0,53 persen ke level Rp17.879 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal nasional dan berlanjutnya arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia.

Pelemahan rupiah juga sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang mengalami depresiasi terhadap dolar AS.

Dolar Singapura tercatat turun 0,20 persen, won Korea Selatan melemah 1 persen, dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen, ringgit Malaysia turun 0,38 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen, dan peso Filipina terdepresiasi 0,24 persen.

Baca Juga :  IHSG Masih Tertekan, Pasar Nantikan Keputusan BI Rate Pekan Ini

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru menunjukkan penguatan. Yuan China naik 0,17 persen terhadap dolar AS, dolar Taiwan menguat 0,10 persen, dan rupee India bertambah 0,37 persen. Sementara itu, yen Jepang bergerak relatif stabil.

Sentimen Domestik Masih Membayangi Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor domestik dibandingkan sentimen global.

Menurutnya, dolar AS sebenarnya mulai kehilangan momentum penguatan setelah muncul harapan baru terkait kemungkinan tercapainya gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.

Namun, sentimen positif tersebut belum mampu mengangkat posisi rupiah karena pasar masih mencermati sejumlah risiko dalam negeri.

Kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia serta berlanjutnya arus keluar dana asing dari pasar saham dan obligasi menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :  Rebalancing FTSE Russell Tekan IHSG, Dana Asing Berpotensi Keluar Rp5,2 Triliun

Investor Menunggu Data Inflasi dan Neraca Perdagangan

Memasuki pekan depan, fokus investor akan tertuju pada sejumlah data ekonomi penting yang dijadwalkan dirilis pemerintah.

Data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia menjadi perhatian utama karena dapat memberikan gambaran mengenai ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Apabila data ekonomi menunjukkan hasil yang solid, rupiah berpotensi mendapatkan dukungan tambahan.

Sebaliknya, apabila realisasi data berada di bawah ekspektasi pasar, tekanan terhadap mata uang Garuda diperkirakan masih akan berlanjut.

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang masih dinamis, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati dalam mengambil posisi menjelang rilis berbagai indikator ekonomi tersebut. (Pro)

Berita Terkait

Bancassurance Masih Jadi Tulang Punggung Premi Asuransi Jiwa, OJK Ungkap Kontribusi Tembus 40,4%
Rupiah Diprediksi Sentuh 18.000 terhadap Dolar AS Hari Ini 29 Mei 2026
Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768
Rupiah Melemah di Tengah Sentimen Global dan Sikap Hati-hati Pasar
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
BI: Cadangan Devisa USD146,2 Miliar Sangat Kuat, Lampaui Standar Kecukupan IMF
Bansos Mei 2026 Mulai Cair, Ini Daftar PKH, BPNT, PIP dan BLT Desa Beserta Cara Ceknya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Sentuh Rp17.750 per Dolar AS
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:28 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.800–Rp17.950

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:01 WIB

Bancassurance Masih Jadi Tulang Punggung Premi Asuransi Jiwa, OJK Ungkap Kontribusi Tembus 40,4%

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:08 WIB

Rupiah Diprediksi Sentuh 18.000 terhadap Dolar AS Hari Ini 29 Mei 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:43 WIB

Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:48 WIB

Rupiah Melemah di Tengah Sentimen Global dan Sikap Hati-hati Pasar

Berita Terbaru