Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Sentuh Rp17.750 per Dolar AS

Nilai Tukaran Rupiah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo ilustrasi

Photo ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Mata uang Garuda diproyeksikan bergerak fluktuatif, tetapi cenderung ditutup melemah di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah muncul seiring meningkatnya sentimen risk-off global akibat lonjakan harga minyak dunia dan memanasnya tensi geopolitik internasional.

Berdasarkan data Trading View, rupiah pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026) melemah 1,12% ke posisi Rp17.655 per dolar AS. Pelemahan tersebut sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga tertekan terhadap dolar AS.

Ringgit Malaysia tercatat turun 0,63%, peso Filipina melemah 0,09%, dan rupee India turun 0,33%. Yen Jepang ikut terdepresiasi 0,11%, sedangkan dolar Hong Kong melemah 0,02% dan dolar Taiwan turun 0,10%.

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru berhasil menguat. Yuan China naik 0,11%, dolar Singapura dan won Korea Selatan masing-masing menguat 0,04%, sementara baht Thailand terapresiasi 0,15% terhadap dolar AS.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Berbalik Menguat, Analis Prediksi Tetap Uji Level Rp18.000 per Dolar AS

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pasar masih menghindari aset berisiko akibat ketidakpastian global yang belum mereda.

Menurutnya, investor kecewa terhadap hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena belum menghasilkan solusi konkret terkait konflik geopolitik, termasuk ketegangan AS-Iran.

“Kondisi tersebut membuat investor kembali memburu dolar AS dan meninggalkan aset emerging market seperti rupiah,” ujarnya.

Kenaikan harga minyak mentah dunia juga dinilai memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan global. Investor khawatir konflik geopolitik akan memicu kenaikan harga energi dalam jangka pendek.

Selain sentimen eksternal, faktor domestik turut memengaruhi pergerakan rupiah. Pelaku pasar disebut memberikan respons negatif terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto sehingga ikut membebani mata uang domestik.

Baca Juga :  Rupiah Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp17.800–Rp17.950

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa posisi rupiah saat ini masih berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalue.

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI pada Senin (18/5/2026), Perry menyebut nilai fundamental rupiah berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS sesuai asumsi makro APBN 2026.

Menurutnya, tekanan terhadap rupiah saat ini dipengaruhi tingginya permintaan dolar AS selama periode April hingga Juni. Namun, Bank Indonesia optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat mulai Juli hingga Agustus 2026.

“Permintaan dolar masih tinggi pada April hingga Juni. Setelah itu kami melihat peluang penguatan rupiah pada semester kedua tahun ini,” kata Perry.

Pada perdagangan pagi ini, rupiah dibuka melemah 17 poin atau 0,10% ke level Rp17.685 per dolar AS. Sementara indeks dolar AS tercatat turun 0,14% ke posisi 99,05. (Pro)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.932 per Dolar AS Pagi Ini Rabu 22 Juni 2026
Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.920
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI
Dolar Mendadak Terkapar, Rupiah Perkasa di Asia
Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Senin 13 Juli 2026
Yen Pimpin Asia Tendang Dolar, Rupiah – Ringgit Perkasa, Won Jatuh
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:58 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.932 per Dolar AS Pagi Ini Rabu 22 Juni 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:38 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Dolar AS Turun ke Rp17.920

Senin, 20 Juli 2026 - 17:23 WIB

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga BI

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:05 WIB

Dolar Mendadak Terkapar, Rupiah Perkasa di Asia

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:22 WIB

Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa

Berita Terbaru