Waspada, 4 Gangguan Tidur Ini Bisa Jadi Tanda Awal Demensia

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 5 April 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Kualitas tidur yang kamu jalani memiliki dampak langsung terhadap kesehatan otak. Sebaliknya, kondisi otak juga memengaruhi pola tidurmu.

Ketika tubuh mengalami gangguan tidur kronis, hal tersebut tidak boleh diabaikan. Kondisi ini bisa menjadi sinyal peringatan akan masalah yang lebih serius, termasuk risiko demensia.

Otak memiliki sistem glymphatic yang membersihkan racun saat kamu terlelap, termasuk amiloid beta. Ini merupakan protein yang menumpuk di otak seiring berkembangnya demensia. Selain itu, memori terbentuk dalam tiga tahap, yaitu pengkodean (encoding), konsolidasi (consolidationi), dan pengambilan (retrieval).

Ahli saraf Dr. Rob Nawaz Khan menambahkan bahwa demensia memengaruhi fungsi otak, memori, ritme sirkadian, dan perilaku.

1. Insomnia yang Sangat Parah

Sulit tidur sesekali tidaklah mengkhawatirkan, tetapi insomnia yang muncul mendadak perlu dievaluasi. Penderita juga bisa merasakan gangguan hebat di siang hari, seperti rasa lelah ekstrem dan perubahan suasana hati.

Baca Juga :  Aturan Baru BPJS Kesehatan untuk Pasien Kontrol Mulai Juni 2026

2. Mengantuk di waktu yang tidak wajar

Ritme sirkadian mengatur jadwal harianmu untuk terjaga dan merasa lelah. Jika terganggu, tubuh menjadi tidak sinkron dengan lingkungan sekitar.

Akibatnya, kata Mian, seseorang mungkin tidur lebih banyak ada siang hari dan terjaga pada malam hari. Perubahan ini sering dikaitkan dengan kebingungan dan perubahan perilaku.

3. Mengigau

Kondisi ini dikenal sebagai Gangguan Perilaku Tidur (Sleep Behaviour DIsorder) REM. Mian mengatakan, memperagakan mimpi secara fisik, alias mengigau, berpotensi menjadi tanda awal demensia tertentu, khususnya demensia tubuh Lewy dan Parkinson.

Baca Juga :  Cara Menanam Bunga Mawar dari Batang, Mudah dan Dijamin Berhasil

Penderitanya bisa berteriak, mengumpat, meninju, hingga melompat dari tempat tidur. Ini sering kali merupakan respons terhadap mimpi yang menakutkan.

4. Sering Berkeliaran di Malam Hari

Bangun dan berkeliling rumah pada malam hari dalam keadaan bingung bisa menjadi gejala demensia. Saat ini terjadi, ritme sirkadianmu terganggu dan tubuh merasa gelisah. Pikiran mungkin lebih aktif, sehingga menyebabkan kurangnya waktu istirahat.

masalah tidur bukan berarti seseorang pasti menderita demensia. Jika kamu mengalami gangguan tidur berkelanjutan dan dibarengi perubahan ingatan, segera periksa ke ahli saraf. (*)

Sebaliknya, jika hanya ada gangguan tidur tanpa efek lain, berkonsultasi dengan spesialis tidur adalah cara terbaik untuk mengatasi keluhanmu.

Berita Terkait

Ahli Gizi Ungkap Waktu Terbaik Konsumsi Karbohidrat untuk Menjaga Gula Darah
Resep Cumi Asin Cabe Ijo Yang Enak dan Lezat Buat Makan Siang
Resep Sukun Goreng Renyah dan Gurih, Camilan Sederhana untuk Keluarga
9 Manfaat Apel Hijau untuk Kesehatan dan Nutrisinya
Cara Membuat Cireng Tahu Enak dan Renyah, Cocok untuk Camilan di Rumah
Menkes Tegaskan Belum Ada Rencana Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan Tahun Ini
Manfaat Buah Strawberry, Kandungan Gizi, dan Efek Sampingnya
6 Alternatif Minuman Pengganti Kopi di Pagi Hari yang Lebih Sehat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:27 WIB

Ahli Gizi Ungkap Waktu Terbaik Konsumsi Karbohidrat untuk Menjaga Gula Darah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Resep Cumi Asin Cabe Ijo Yang Enak dan Lezat Buat Makan Siang

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Resep Sukun Goreng Renyah dan Gurih, Camilan Sederhana untuk Keluarga

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:07 WIB

9 Manfaat Apel Hijau untuk Kesehatan dan Nutrisinya

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:42 WIB

Cara Membuat Cireng Tahu Enak dan Renyah, Cocok untuk Camilan di Rumah

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

Nasional

PPPK Guru Hampir 1 Juta, Apakah Bisa Jadi PNS pada 2027?

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:14 WIB