BI: Cadangan Devisa USD146,2 Miliar Sangat Kuat, Lampaui Standar Kecukupan IMF

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Bank Indonesia (BI) menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) nasional berada dalam kondisi yang sangat kokoh dan lebih dari cukup untuk menjaga ketahanan serta stabilitas moneter dalam negeri. Penegasan ini dikeluarkan guna memberikan kepastian pada pasar di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa per akhir April 2026, jumlah cadangan devisa Indonesia bertengger di angka USD146,2 miliar. Otoritas moneter menilai jumlah tersebut sangat memadai dalam membentengi perekonomian domestik dari gejolak eksternal.

“Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tercatat sebesar USD146,2 miliar. Level tersebut tetap kuat dan memadai dalam mendukung ketahanan eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional,” ujar Ramdan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga :  Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor

Lebih lanjut, Ramdan memaparkan bahwa jika diukur menggunakan indikator kecukupan yang diakui secara global, posisi likuiditas valas milik Indonesia ini sudah berada di atas batas aman yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF).

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan sekitar 114% dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional yang ditetapkan oleh IMF dan mencerminkan kuatnya ketahanan eksternal Indonesia,” jelasnya.

Dengan amunisi valas yang tebal ini, bank sentral berkomitmen akan terus melancarkan strategi intervensi yang terukur guna mengawal pergerakan nilai tukar Rupiah dan mempertahankan kepercayaan para investor di pasar keuangan.

Baca Juga :  6 Khutbah Jumat Menyambut Bulan Ramadhan 2026, Tema Aktual dan Mudah Dipahami

Bank Indonesia senantiasa mengelola cadangan devisa secara terukur guna mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian global,” pungkas Ramdan.

Sebelumnya, cecaran pertanyaan yang dilayangkan oleh jajaran legislatif dalam Rapat Kerja antara Bank Indonesia dan Komisi XI DPR RI yang berlangsung sehari sebelumnya, Senin (18/5/2026).

Dalam rapat tersebut, para anggota Komisi XI DPR RI melontarkan kritik tajam dan desakan kepada Gubernur BI Perry Warjiyo. Parlemen menyoroti anomali di mana nilai tukar Rupiah sempat terperosok hingga menyentuh kisaran Rp17.600 per Dolar AS, padahal pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tercatat tumbuh kencang di level 5,61 persen. (*)

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS & Antam Hari Ini Anjlok Semua
Ketua Komisi II DPR Dorong RUU ASN Atur KPI Ketat, ASN Tak Lagi Berada di Zona Nyaman
Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa
Harga Emas di Pegadaian 16 Juli 2026: Cek Rincian Galeri 24 dan UBS
CPNS 2026 Segera Dibuka? BKN Ungkap Progres Formasi dan Jadwal Pengumuman Resmi
PTKNI Usulkan 3 Solusi Penataan ASN PPPK, Dorong PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Melemah ke Rp18.150 per Dolar AS
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik, Cek Tarif per 13 Juli 2026
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:29 WIB

Harga Emas Pegadaian Galeri 24, UBS & Antam Hari Ini Anjlok Semua

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:22 WIB

Dolar Melemah, Asia Terbelah: Rupiah-Won Melemah, Ringgit-Yen Perkasa

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:47 WIB

Harga Emas di Pegadaian 16 Juli 2026: Cek Rincian Galeri 24 dan UBS

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:23 WIB

CPNS 2026 Segera Dibuka? BKN Ungkap Progres Formasi dan Jadwal Pengumuman Resmi

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:58 WIB

PTKNI Usulkan 3 Solusi Penataan ASN PPPK, Dorong PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Tanpa Tes

Berita Terbaru

Otomotif

Nissan Leaf Two Tone Tahun 2026: Sekarang Harganya Segini

Jumat, 17 Jul 2026 - 12:32 WIB