Okepost.id, Jakarta – Waktu transaksi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam aktivitas perdagangan saham. Pergerakan harga dan tingkat likuiditas yang berbeda pada setiap sesi membuat pemilihan waktu transaksi dinilai dapat memengaruhi strategi investasi.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), aktivitas pasar yang paling tinggi umumnya ditemukan pada awal pembukaan dan menjelang penutupan perdagangan. Kondisi tersebut membuat kedua periode tersebut banyak dimanfaatkan oleh investor maupun trader untuk melakukan transaksi.
Saat pasar dibuka pada pukul 09.00 WIB, respons terhadap berbagai sentimen dan informasi terbaru biasanya mulai tercermin dalam pergerakan harga saham. Volume transaksi juga cenderung meningkat karena banyaknya pelaku pasar yang melakukan penyesuaian posisi.
Sementara itu, menjelang penutupan perdagangan pada pukul 15.00 hingga 15.49 WIB, aktivitas transaksi kembali meningkat. Penyesuaian portofolio dan pengambilan keputusan sebelum pasar ditutup menjadi faktor yang mendorong tingginya volume perdagangan pada periode tersebut.
Bagi investor pemula, waktu perdagangan pada pertengahan sesi sering dianggap lebih stabil karena volatilitas pasar tidak setinggi saat pembukaan maupun menjelang penutupan.
Meski demikian, keputusan investasi tidak disarankan hanya didasarkan pada faktor waktu perdagangan. Analisis fundamental, analisis teknikal, serta pengelolaan risiko tetap perlu dijadikan dasar dalam menentukan langkah investasi di pasar saham.
Dengan memahami pola aktivitas pasar, peluang transaksi yang lebih terukur dapat diperoleh tanpa mengabaikan prinsip investasi yang sehat.









