Saham Big Caps Tekan IHSG, TPIA hingga BREN Ambles dalam Sepekan

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan 18–22 Mei 2026 berada di zona merah akibat tekanan kuat dari sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps. Koreksi tajam pada saham sektor energi dan petrokimia menjadi faktor utama pelemahan pasar saham domestik.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. menjadi penekan terbesar IHSG pekan ini. Saham berkode TPIA tersebut anjlok hingga 53,49 persen dan memberi tekanan signifikan terhadap pergerakan indeks.

Selain TPIA, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) juga mengalami penurunan tajam sebesar 47,34 persen. Pelemahan DSSA ikut memperbesar tekanan terhadap IHSG yang terus bergerak melemah selama sepekan perdagangan.

Baca Juga :  BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi

Tekanan pasar juga datang dari saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang turun 23,44 persen. Aksi jual investor pada sejumlah saham unggulan membuat kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut drastis.

Tidak hanya itu, beberapa saham big caps lain seperti PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) turut mencatat koreksi tajam.

Baca Juga :  KIJA Keluar dari Indeks IDX Sharia Growth, Jababeka Pastikan Fundamental Perusahaan Tetap Kuat

Akibat tekanan tersebut, IHSG tercatat melemah 8,35 persen sepanjang pekan dan ditutup di level 6.162,04. Penurunan itu sekaligus menjadi salah satu koreksi mingguan terdalam sepanjang tahun 2026.

Analis menilai tekanan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar dipicu aksi profit taking, sentimen global, serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu arah kebijakan ekonomi global dan perkembangan suku bunga yang dinilai akan memengaruhi pergerakan IHSG pada pekan berikutnya.(Pro)

Berita Terkait

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB