Okepost.id, Jakarta – Produsen otomotif asal China, BYD melalui BYD Indonesia resmi memasarkan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertamanya di Indonesia, yakni BYD M6 DM.
Kehadiran model ini diproyeksikan akan bersaing dengan Toyota Veloz Hybrid EV di segmen multipurpose vehicle (MPV) tujuh penumpang berbasis elektrifikasi.
Secara teknologi, hybrid electric vehicle (HEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) sama-sama menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Namun, keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama pada kapasitas baterai dan metode pengisian daya.
Pada kendaraan HEV, pengisian baterai berlangsung otomatis melalui mesin dan sistem regenerative braking tanpa memerlukan pengisian eksternal.
Sementara pada PHEV, kapasitas baterai lebih besar dan dapat diisi ulang menggunakan charger eksternal, sehingga mampu menempuh jarak lebih jauh dalam mode listrik murni.
Head of Marketing, PR & Government BYD Indonesia, Luther T. Panjaitan, mengatakan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di Indonesia masih belum merata, khususnya di wilayah luar perkotaan. Menurut dia, kondisi tersebut menjadikan kendaraan PHEV sebagai alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi, namun tetap membutuhkan fleksibilitas penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Adopsi teknologi baru, khususnya di wilayah rural, belum secepat kawasan urban. Karena itu, kehadiran PHEV menjadi solusi pelengkap untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Luther.
Dia menambahkan, kendaraan PHEV menawarkan fleksibilitas lebih tinggi karena pengguna tetap dapat mengisi BBM ketika daya baterai habis. Menurutnya, BYD M6 DM memiliki peluang besar di pasar domestik karena menyasar segmen kendaraan tujuh penumpang yang masih mendominasi pasar otomotif nasional.
Selain menawarkan kapasitas kabin yang luas, model tersebut diklaim tetap kompetitif dari sisi harga dan sesuai dengan kebutuhan konsumen di wilayah rural.
Sebagai informasi, teknologi BYD DM merupakan bagian dari platform New Energy Vehicle (NEV) milik BYD. DM atau Dual Mode mengombinasikan sistem kendaraan listrik dan hybrid dalam satu platform terintegrasi.
Berbeda dengan kendaraan konvensional yang mengandalkan mesin bensin sebagai penggerak utama, sistem BYD DM memprioritaskan motor listrik sebagai sumber tenaga utama. Sementara mesin bensin berfungsi mendukung suplai energi listrik sekaligus meningkatkan efisiensi saat dibutuhkan.
Dari sisi spesifikasi, BYD M6 DM menggunakan mesin 1.5 liter dengan tenaga maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm. Kendaraan ini juga dibekali motor EHS 5.0 dengan putaran hingga 15.000 rpm.
BYD mengklaim teknologi tersebut mampu menghadirkan perpindahan tiga mode berkendara utama, yakni EV, series, dan parallel secara halus tanpa hentakan. Selain itu, sistem kontrol terintegrasi 7-in-1 disebut mengalami peningkatan kemampuan komputasi chip hingga 146 persen.
Dari sisi efisiensi, BYD mengklaim konsumsi bahan bakar M6 DM mencapai 65 kilometer per liter dengan total jarak tempuh lebih dari 1.800 kilometer. Efisiensi termal mesinnya juga diklaim mencapai 46 persen. Hingga saat ini, BYD masih belum mengumumkan harga resmi model tersebut di Indonesia.
Di sisi lain, Toyota menghadirkan Toyota Veloz Hybrid EV sebagai low MPV tujuh penumpang yang mengusung teknologi hybrid electric vehicle (HEV) untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus menekan emisi.
Model ini dibekali mesin bensin 1.5 liter berkode 2NR-VEX yang dipadukan dengan motor listrik dan transmisi eCVT. Toyota mengklaim konsumsi BBM Veloz Hybrid EV dapat mencapai 28,9 kilometer per liter serta dilengkapi EV Mode untuk pengalaman berkendara lebih senyap dalam kondisi tertentu.
Dari sisi desain, Veloz Hybrid EV tampil lebih sporty melalui penggunaan grille baru, velg 17 inci berwarna hitam, two-tone roof, hingga emblem HEV pada beberapa varian.
Masuk ke interior, kendaraan ini mengusung nuansa hitam premium dan dibekali head unit 10 inci yang mendukung konektivitas smartphone, fitur streaming, hingga berbagai fungsi hiburan lainnya. Toyota juga menyematkan wireless charger, ambient light, electric parking brake, hingga fitur keselamatan Toyota Safety Sense (TSS) pada varian tertinggi.
Secara dimensi, MPV hybrid tersebut memiliki panjang sekitar 4,5 meter dengan wheelbase 2.750 mm dan ground clearance 205 mm, sehingga tetap sesuai untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia.
Toyota memasarkan Veloz Hybrid EV dalam beberapa pilihan varian, mulai dari V HEV hingga Q HEV TSS Modellista dengan banderol Rp303 juta hingga Rp350 juta. Kehadiran model ini sekaligus memperkuat strategi elektrifikasi Toyota di segmen kendaraan keluarga dengan kombinasi efisiensi, kapasitas kabin luas, dan fitur modern. (Pro)









