Okepost.id, Jakarta – Pemerintah menyiapkan lahan hibah seluas 30 hektare dari Lippo Group sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) bagi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat realisasi program 3 juta rumah yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan lahan yang berada di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, akan dikelola melalui mekanisme bisnis yang sehat tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, pemerintah menyambut baik inisiatif hibah tersebut karena dapat memperkuat dukungan terhadap program perumahan nasional.
Pemerintah juga akan mempercepat proses administrasi agar pemanfaatan aset dapat segera berjalan. Selain itu, pemerintah membuka peluang pemberian insentif berupa pembebasan pajak atas penyerahan lahan hibah tersebut.(29/6/26)
Purbaya menilai aset yang diberikan kepada negara seharusnya tidak menimbulkan beban tambahan bagi pihak pemberi hibah. Meski demikian, pemerintah menegaskan seluruh proses akan berjalan sesuai aturan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip transparansi dan tata kelola yang baik.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait memperkirakan harga lahan di kawasan tersebut berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta per meter persegi.
Dengan luas mencapai 30 hektare atau sekitar 300 ribu meter persegi, nilai aset yang dihibahkan diperkirakan mencapai Rp4,5 triliun hingga Rp6 triliun. (Pro)









