Eks Hotel Sultan Disiapkan Jadi Ikon Baru Jakarta, Pemerintah Gandeng Investor Dalam dan Luar Negeri

Kawasan eks Hotel Sultan akan dikembangkan menjadi pusat bisnis, perhotelan, konvensi, dan olahraga bertaraf internasional untuk meningkatkan pendapatan negara sekaligus memperkuat daya tarik wisata Jakarta.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Kawasan Hotel Sultan dan The Sultan Residence pada masa Sidang Annmaning atau tegurang pengosongan, Senin (9/2/2026)

Suasana Kawasan Hotel Sultan dan The Sultan Residence pada masa Sidang Annmaning atau tegurang pengosongan, Senin (9/2/2026)

Okepost.id, Jakarta – Pemerintah mulai menyusun konsep baru untuk pengembangan eks Hotel Sultan setelah aset tersebut resmi dikelola negara.

Kawasan ini direncanakan menjadi pusat bisnis modern yang terintegrasi dengan Jakarta Convention Center (JCC) serta fasilitas olahraga berstandar internasional.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan penyusunan desain kawasan dilakukan bersamaan dengan penjajakan calon investor dari dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, pemerintah ingin menghadirkan kawasan multifungsi yang menggabungkan hotel, pusat konvensi, area komersial, hingga sarana olahraga dalam satu kawasan yang saling terhubung.

“Kami ingin kawasan ini menjadi ikon baru Jakarta sekaligus memiliki nilai ekonomi yang tinggi,” ujarnya di Kompleks Istana Negara, Senin (20/7/2026).

Bidik Event Internasional

Prasetyo menjelaskan pengembangan kawasan tersebut juga bertujuan mendukung penyelenggaraan berbagai ajang olahraga internasional di kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

Baca Juga :  MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar

Pemerintah menilai fasilitas olahraga yang lebih modern diperlukan agar Jakarta mampu menjadi tuan rumah cabang olahraga seperti akuatik, tenis, hingga berbagai kompetisi internasional lainnya.

Selain menjadi pusat kegiatan olahraga, kawasan itu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi bisnis serta konvensi bertaraf global.

Investor Mulai Dijajaki

Saat ini pemerintah masih menyempurnakan desain proyek sambil membuka komunikasi dengan sejumlah investor strategis.

Prasetyo menegaskan pengembangan eks Hotel Sultan dilakukan dengan pendekatan bisnis karena aset tersebut bukan merupakan gedung pemerintahan.

Oleh karena itu, seluruh perencanaan memperhitungkan aspek investasi dan keberlanjutan pengelolaan.

Di sisi lain, proses pengosongan aset eks Hotel Sultan masih berlangsung dan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.

Baca Juga :  Rekrutmen ASN 2026 Belum Diumumkan, Pemerintah Fokus Tentukan Sektor Prioritas

Optimalisasi Aset Tingkatkan Pendapatan Negara

Pemerintah menargetkan pengembangan eks Hotel Sultan dapat mengikuti keberhasilan optimalisasi pengelolaan Jakarta Convention Center (JCC).

Kementerian Sekretariat Negara mencatat Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sepanjang 2025 mencapai Rp1,06 triliun, atau 144,38 persen dari target sebesar Rp736,07 miliar.

Salah satu penyumbang terbesar berasal dari pengelolaan JCC yang kini ditangani langsung negara melalui Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK).

Pendapatan JCC meningkat signifikan dari sekitar Rp10 miliar–Rp12 miliar per tahun menjadi sekitar Rp150 miliar per tahun setelah pengelolaannya diambil alih pemerintah.

Keberhasilan tersebut menjadi acuan dalam pengembangan eks Hotel Sultan agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap penerimaan negara sekaligus menghadirkan ikon baru Jakarta yang modern, produktif, dan berdaya saing internasional.(Pro)

Berita Terkait

Kuota FLPP 350 Ribu Unit Terancam Tak Terserap, Pengembang Keluhkan Aturan Lahan dan Biaya Material
Harmoni Park Group Targetkan Penjualan Properti Naik 20 Persen pada 2026, Hunian Bekasi Makin Diminati
KPR Tenor 40 Tahun Segera Diterapkan, Cicilan Rumah Subsidi Berpotensi di Bawah Rp1 Juta
PPN DTP hingga Akhir 2026 Dorong Penjualan Rumah Menengah, Citanusa Catat Kenaikan Closing Rate
PWON Raih Penghargaan BIA 2026, Pendapatan Pakuwon Jati Tembus Rp7,11 Triliun
PMN Rp1 Triliun Perumnas Belum Cair, Perubahan Kementerian Jadi Kendala
Danantara Terima Hibah Lahan 30 Hektare dari Lippo untuk Program 3 Juta Rumah
Permen PKP 4/2025 Resmi Berlaku, Pengelolaan Rumah Susun Diperkuat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:02 WIB

Kuota FLPP 350 Ribu Unit Terancam Tak Terserap, Pengembang Keluhkan Aturan Lahan dan Biaya Material

Senin, 20 Juli 2026 - 17:41 WIB

Eks Hotel Sultan Disiapkan Jadi Ikon Baru Jakarta, Pemerintah Gandeng Investor Dalam dan Luar Negeri

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:04 WIB

Harmoni Park Group Targetkan Penjualan Properti Naik 20 Persen pada 2026, Hunian Bekasi Makin Diminati

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:33 WIB

KPR Tenor 40 Tahun Segera Diterapkan, Cicilan Rumah Subsidi Berpotensi di Bawah Rp1 Juta

Minggu, 5 Juli 2026 - 09:46 WIB

PPN DTP hingga Akhir 2026 Dorong Penjualan Rumah Menengah, Citanusa Catat Kenaikan Closing Rate

Berita Terbaru

INVESTASI

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 27 Juli 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 12:54 WIB

Gaya Hidup

Tren Cincin Emas Simple Yang Bertekstur Untuk Tampilan Stylish

Senin, 27 Jul 2026 - 12:20 WIB