BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%

Krom Bank (BBSI) menjadi emiten perbankan dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham tertinggi mencapai 99,95%, disusul Bank Permata dan Bank SMBC Indonesia.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham dengan tingkat konsentrasi tinggi.

Dalam pembaruan per 14 Juli 2026, sebanyak 37 emiten ditetapkan berstatus HSC, termasuk tujuh saham sektor perbankan yang memiliki tingkat kepemilikan terkonsentrasi di atas 90 persen.

Berdasarkan data struktur kepemilikan saham per 30 Juni 2026, PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) menjadi emiten perbankan dengan konsentrasi kepemilikan tertinggi sebesar 99,95 persen.

Posisi berikutnya ditempati PT Bank Permata Tbk. (BNLI) dengan 99,92 persen, PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN) sebesar 99,78 persen, PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) sebesar 99,14 persen, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) 95,68 persen, PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) 94,79 persen, dan PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) 92,71 persen.

Baca Juga :  Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik

Masuknya sejumlah saham bank ke dalam daftar HSC menunjukkan sebagian besar saham beredar masih dikuasai oleh kelompok pemegang saham tertentu.

Total Emiten HSC Bertambah Menjadi 51

Dengan penetapan terbaru tersebut, jumlah emiten berstatus HSC kini mencapai 51 perusahaan, termasuk daftar yang telah diumumkan sejak April hingga awal Juli 2026.

Di sisi lain, PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY) resmi keluar dari daftar HSC setelah statusnya dicabut pada 2 Juli 2026.

Di luar sektor perbankan, PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) menjadi emiten dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tertinggi sebesar 99,99 persen.

Posisi berikutnya ditempati PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) sebesar 99,96 persen, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) 99,95 persen, serta PT Golden Flower Tbk. (POLU) 99,94 persen.

Tujuan Penetapan Status HSC

Baca Juga :  IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan

BEI menjelaskan bahwa status HSC ditetapkan berdasarkan metodologi penghitungan struktur kepemilikan saham.

Informasi tersebut disampaikan sebagai bentuk transparansi kepada investor mengenai tingkat konsentrasi kepemilikan suatu emiten.

BEI juga menegaskan bahwa penetapan status HSC tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal, melainkan menjadi informasi tambahan agar investor dapat mempertimbangkan risiko likuiditas dan struktur kepemilikan sebelum berinvestasi.

Daftar Saham Perbankan Berstatus HSC per 14 Juli 2026

BBSI (PT Krom Bank Indonesia Tbk.) — 99,95%

BNLI (PT Bank Permata Tbk.) — 99,92%

BTPN (PT Bank SMBC Indonesia Tbk.) — 99,78%

BNII (PT Bank Maybank Indonesia Tbk.) — 99,14%

MEGA (PT Bank Mega Tbk.) — 95,68%

BINA (PT Bank Ina Perdana Tbk.) — 94,79%

BBHI (PT Allo Bank Indonesia Tbk.) — 92,71%. (Pro)

Berita Terkait

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis
IHSG Ambruk 3,28% Sepekan, Investor Perlu Lirik SBR015, Reksa Dana hingga Emas
BEI Catat 7 Perusahaan Antre IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi
Trading Saham Indonesia Kini Bisa Lewat Web Pluang, Ada Market Order
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:19 WIB

MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:28 WIB

IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:43 WIB

IHSG Berpeluang Bangkit pada Oktober 2026, Investor Perlu Cermati 4 Katalis

Berita Terbaru

Poto Ilustrasi Saham

INVESTASI

Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas

Sabtu, 17 Okt 2026 - 13:23 WIB