Okepost.id, Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (24/7/2026).
Sejumlah analis menilai indeks berpotensi melanjutkan koreksi jangka pendek, meski peluang penguatan dalam beberapa waktu ke depan masih terbuka.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan Kamis (23/7/2026) ditutup melemah 0,30 persen ke level 6.315,31. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.306,65 hingga 6.454,31.
Tekanan terhadap IHSG dipicu pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Di kelompok indeks LQ45, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) mencatat penurunan terbesar setelah terkoreksi 5,05 persen menjadi Rp1.410. Disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 3,46 persen ke Rp6.275, serta PT Astra International Tbk. (ASII) yang melemah 2,91 persen menjadi Rp5.000.
Pelemahan juga dialami PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) yang turun 2,72 persen ke Rp1.965, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang terkoreksi 2,19 persen ke Rp1.790, dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang turun 1,90 persen ke Rp7.725.
Di sisi lain, sejumlah saham energi dan komoditas mencatat penguatan. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) memimpin kenaikan dengan melonjak 8,93 persen ke Rp183. Selanjutnya PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 7,27 persen menjadi Rp472, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menguat 5,30 persen ke Rp1.390, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) naik 4,86 persen ke Rp755, PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) menguat 4,03 persen ke Rp645, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) bertambah 3,12 persen menjadi Rp3.310.
Tim Riset MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini masih berada pada fase wave iv dari wave (c) dari wave [iv], sehingga investor perlu mewaspadai potensi koreksi menuju area 6.146–6.219.
Meski demikian, MNC Sekuritas melihat peluang IHSG untuk kembali menguat setelah fase koreksi selesai. Indeks diperkirakan masih berpotensi menguji kisaran 6.470 hingga 6.667, sekaligus menutup area gap yang masih terbuka.
Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di 6.226 dan 6.111, sedangkan resistance berada pada 6.599 dan 6.705.
Dalam strategi investasi jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan investor menerapkan strategi buy on weakness pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL).(Pro)









