Okepost.id – Hyundai Motor Indonesia memastikan penanganan terkait recall global Hyundai Palisade model tahun 2026 sudah mulai dilakukan di Indonesia melalui pembaruan perangkat lunak atau software.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kasus gangguan sistem kursi lipat otomatis yang sebelumnya memicu penghentian penjualan sementara dan recall Palisade di sejumlah negara. Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, mengatakan penanganan dilakukan melalui sistem over the air (OTA) sehingga pembaruan software bisa langsung diunduh ke kendaraan.
“Kami sudah melakukan yang namanya pembaruan software. Karena itu mudah sekali, kita melakukannya itu melalui sistem over the air atau OTA-nya kita,” ujar Fransiscus di Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026). Menurut dia, pembaruan tersebut membuat sistem kendaraan otomatis memperbarui perangkat lunak sehingga masalah serupa tidak kembali terjadi.
“Jadi secara otomatis software itu akan di-download di dalam sistemnya mobil, sehingga case itu tidak akan terjadi lagi,” kata dia. Fransiscus menambahkan, proses pembaruan software saat ini sudah berjalan dan sebagian besar kendaraan terdampak sudah mendapatkan update sistem.
Ini sudah berjalan dan sudah sekitar hampir lebih dari setengah (jumlah kendaraan) sudah ter-update secara programnya. Apabila sudah ter-update programnya makanya mobil itu dinyatakan aman,” ujarnya.
Sayangnya Fransiscus tidak menjelaskan secara rinci jumlah unit Palisade di Indoneisa yang terdampak. Namun, ia memastikan sampai saat ini belum ada kasus serupa yang terjadi di Indonesia.
“Tapi kita sudah patut bersyukur karena sampai dengan saat ini di Indonesia tidak ada case. Case-nya hanya di Amerika dan kita melakukan penanganan dan kita memberitahukan ke customer bahwa ini masih dalam garansi dan dalam penanganannya kita. Jadi tidak perlu khawatir,” kata Fransiscus.
Sebelumnya, Hyundai Motor mengumumkan penghentian penjualan sementara serta recall global Palisade model tahun 2026 setelah insiden yang terjadi di Ohio, Amerika Serikat, pada 7 Maret 2026. Dalam kejadian tersebut, seorang anak berusia dua tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjepit kursi lipat otomatis di baris kedua atau ketiga kendaraan.
Mengutip laporan The Korean Car Blog, Hyundai mengonfirmasi pada 14 Maret bahwa penjualan varian tertentu dihentikan di Amerika Serikat, Kanada, dan Korea Selatan. Masalah tersebut berkaitan dengan gangguan pada sistem “anti-pinch”, yakni fitur yang dirancang untuk mencegah kursi menjepit objek atau penumpang. Namun dalam kondisi tertentu, sistem tidak bekerja sebagaimana mestinya sehingga kursi tetap bergerak meski terdapat hambatan.
Recall tersebut mencakup kendaraan produksi hingga 11 Maret 2026, dengan estimasi sekitar 74.965 unit di Amerika Utara dan 57.474 unit di Korea Selatan. Adapun penghentian penjualan hanya berlaku untuk varian Limited dan Calligraphy yang sudah dilengkapi kursi lipat otomatis, sedangkan model dengan kursi manual tidak termasuk dalam penarikan tersebut. (*)









