Okepost.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan beragam selama perdagangan sepekan periode 4–8 Mei 2026. Di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sejumlah saham justru mengalami koreksi tajam hingga lebih dari 20 persen.
Saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) menjadi emiten dengan penurunan terbesar sepanjang pekan. Harga saham PBSA anjlok 26,09 persen dan ditutup di level Rp850 per saham.
Tekanan jual juga menghantam saham PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI). Saham emiten pelayaran tersebut turun 24,35 persen ke posisi Rp1.445 per saham.
Sementara itu, saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ikut masuk daftar top losers setelah melemah 20,80 persen menjadi Rp5.425 per saham.
Penurunan tajam sejumlah saham tersebut terjadi ketika investor melakukan aksi profit taking dan mengurangi posisi pada saham-saham tertentu yang sebelumnya sempat menguat cukup tinggi.
Daftar 10 Saham Paling Boncos Sepekan
Berikut daftar saham dengan penurunan terbesar di BEI selama periode 4–8 Mei 2026:
PBSA turun 26,09 persen ke Rp850
ELPI melemah 24,35 persen ke Rp1.445
INCO terkoreksi 20,80 persen ke Rp5.425
SDMU turun 20,63 persen
TOOL melemah 19 persen
ASLI terkoreksi 18,92 persen
DSSA turun 18,89 persen
AADI melemah 18,75 persen
ASDM turun 18,70 persen
LCKM terkoreksi 18,66 persen
Analis menilai tekanan terhadap saham-saham tersebut muncul akibat tingginya volatilitas pasar, aksi ambil untung investor jangka pendek, serta sentimen global yang masih memengaruhi pergerakan modal asing di pasar domestik.
IHSG Tetap Menguat di Tengah Tekanan Saham
Meski banyak saham mengalami pelemahan tajam, IHSG tetap bergerak positif selama sepekan. IHSG naik 0,18 persen dan ditutup di level 6.969,39.
Kenaikan indeks juga diikuti pertumbuhan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia yang mencapai Rp12.406 triliun.
Selain itu, aktivitas perdagangan saham ikut meningkat. Rata-rata nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp23,06 triliun selama pekan berjalan.
Kondisi tersebut menunjukkan minat investor terhadap pasar modal Indonesia masih cukup tinggi, meskipun tekanan jual muncul pada sejumlah saham tertentu.
Investor Diminta Lebih Selektif
Pelaku pasar kini mulai mencermati saham-saham yang mengalami koreksi tajam untuk mencari peluang jangka pendek maupun investasi jangka panjang.
Namun investor tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan, sentimen sektor, hingga kondisi ekonomi global sebelum mengambil keputusan transaksi.
Volatilitas pasar yang masih tinggi membuat pergerakan saham berpotensi berubah cepat dalam beberapa pekan mendatang.(Pro)









