Okepost.id, Jakarta – Shopee Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nasional melalui alokasi dana promosi senilai Rp165 miliar sepanjang 2025. Dana tersebut disalurkan dalam bentuk voucher belanja dan berbagai insentif promosi yang difokuskan untuk membantu peningkatan penjualan produk lokal di platform e-commerce mereka.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Shopee dalam memperkuat ekosistem digital UMKM di tengah persaingan perdagangan online yang semakin kompetitif. Perusahaan menilai dukungan promosi masih menjadi salah satu instrumen paling efektif untuk menjaga daya saing pelaku usaha lokal sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk buatan dalam negeri.
Program tersebut secara khusus menyasar seller yang menjual 100 persen produk lokal Indonesia. Melalui skema Voucher Akselerasi Usaha Lokal, setiap toko yang memenuhi persyaratan akan memperoleh voucher promosi senilai Rp500 ribu. Voucher diberikan otomatis dan dapat langsung digunakan untuk meningkatkan ketertarikan pembeli saat berbelanja.
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, mengatakan program promosi berbasis voucher terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan transaksi UMKM lokal di platform digital.
“Kami melihat dukungan promosi dalam bentuk voucher memberikan dampak nyata dalam membantu meningkatkan minat beli konsumen dan memperbesar peluang transaksi,” ujar Radynal seperti dikutip dari detikcom, Rabu (12/5).
Menurut dia, pelaku UMKM saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari persaingan harga, perubahan perilaku konsumen, hingga meningkatnya jumlah penjual di marketplace. Karena itu, dukungan promosi dinilai penting agar produk lokal tetap mampu bersaing dan mendapatkan eksposur yang optimal di pasar digital.
Shopee juga menyiapkan distribusi voucher tambahan secara rutin setiap tanggal 17 pada bulan berikutnya. Momentum tersebut menjadi bagian dari kampanye Hari Belanja Lokal yang secara konsisten digelar perusahaan untuk mendorong peningkatan transaksi produk UMKM Indonesia.
Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penjualan jangka pendek, tetapi juga membantu seller membangun loyalitas konsumen dan memperluas jangkauan pasar. Dengan adanya voucher dan diskon tambahan, konsumen dinilai lebih terdorong untuk menyelesaikan transaksi yang sebelumnya tertunda.
Radynal menjelaskan bahwa efektivitas program voucher telah terlihat dari peningkatan performa sejumlah seller lokal yang memanfaatkan fitur promosi di platform Shopee.
“Berangkat dari efektivitas tersebut, Shopee menghadirkan Voucher Akselerasi Usaha Lokal sebagai bentuk dukungan tambahan bagi Penjual dengan 100% produk lokal agar dapat berkembang lebih berkelanjutan,” katanya.
Shopee bahkan memastikan dukungan promosi bagi UMKM akan terus diperbesar pada 2026. Hingga periode Januari-Mei 2026 saja, perusahaan mengklaim telah mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar untuk berbagai jenis voucher dan program promosi yang mendukung aktivitas penjualan seller lokal.
Langkah agresif Shopee dalam memperkuat promosi produk lokal juga didorong oleh tren perilaku konsumen digital. Berdasarkan riset lembaga pengalaman pengguna e-commerce Baymard, sekitar 70 persen keranjang belanja online secara global tidak berujung pada transaksi atau checkout.
Fenomena abandoned cart tersebut menjadi tantangan utama industri e-commerce. Dalam kondisi itu, strategi pemberian diskon dan voucher dinilai mampu meningkatkan konversi pembelian karena konsumen merasa memperoleh nilai tambah saat bertransaksi.
Shopee mencatat penggunaan voucher toko dan voucher kampanye produk lokal berhasil membantu seller UMKM meningkatkan pendapatan hingga 40 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa strategi promosi masih memiliki pengaruh besar terhadap keputusan belanja masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang membuat konsumen semakin sensitif terhadap harga.
Selain itu, momentum Hari Belanja Lokal setiap tanggal 17 juga disebut memberikan dampak signifikan terhadap lonjakan transaksi. Pada periode kampanye tersebut, penjualan seller UMKM lokal dilaporkan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Peningkatan transaksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa produk lokal memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila didukung promosi yang tepat dan ekosistem digital yang kuat. Marketplace kini tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk membangun merek dan memperluas pasar hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Tidak berhenti pada program voucher, Shopee menegaskan akan melanjutkan berbagai inisiatif lain untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal. Dukungan tersebut meliputi pelatihan digital, pengembangan keterampilan pemasaran online, edukasi pemanfaatan fitur platform, hingga penguatan jaringan logistik dan distribusi.
Perusahaan menilai transformasi digital UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh agar pelaku usaha lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan di era ekonomi digital.
Melalui kombinasi promosi, pelatihan, dan penguatan ekosistem digital, Shopee berharap produk lokal Indonesia dapat semakin kompetitif dan menjangkau pasar yang lebih luas. Di sisi lain, konsumen juga diharapkan memperoleh pengalaman belanja yang lebih menarik melalui beragam promo dan penawaran khusus yang tersedia di platform.(Pro)









