Insiden Pesawat Hercules Bawa Uang Rp 1 Triliun Jatuh, Dijarah Warga

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Insiden kecelakaan pesawat angkut Hercules C-130 terjadi di Bandara Internasional El Alto, Bolivia, sesaat setelah pendaratan dan menewaskan 24 orang pada akhir Februari 2026.
Pesawat itu mengangkut 17,1 juta lembar uang kertas milik Bank Sentral BCBB dengan total nilai 423 juta bolivianos atau sekitar Rp 1 triliun.

Saat kejadian para saksi mata langsung mengerumuni lokasi kecelakaan untuk mengambil uang tunai yang tumpah. Polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk menghalau mereka.

Rekaman video menunjukkan pesawat di darat dan kendaraan yang rusak parah. Dalam video lain, orang-orang yang ingin menjarah uang terlihat berlari menjauhi gas air mata dan petugas polisi, beberapa memegang perisai, membentuk barisan, bahkan melempari aparat dengan batu.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun di Sungai Penuh, Dua Mobil dan Satu Motor Masuk Sawah

“Saat kru berita meliput kecelakaan itu, individu yang mencoba mencuri uang yang diangkut menyerang pers dengan kekerasan yang tidak biasa,” kata Asosiasi Jurnalis Nasional Bolivia dimuat BBC.

Menurut pemerintah, sekitar 30% uang tersebut telah dijarah,” tulis AFP.

Hal ini kemudian membuat pemerintah bertindak. BCB akhirnya membuat pengumuman yang membatalkan semua uang kertas yang diangkut dalam penerbangan tersebut.

Uang dengan seri B dilaporkan tak akan lagi diterima pedagang. Uang yang dibawa Hercules nahas itu kini dianggap “tidak berharga”.

Presiden BCB David Espinoza mengimbau masyarakat untuk memahami situasi, dan mendesak mereka untuk menerima uang tunai yang sah. BCB telah menyediakan alat pencarian di situs webnya, yang dapat digunakan warga Bolivia untuk memverifikasi keabsahan uang tunai mereka.

Baca Juga :  Keberangkatan Haji 2026 dari Soekarno-Hatta Dimulai 22 April, Layani 35.285 Jemaah

Saya ingin memperjelas kepada mereka yang mencoba mengambil uang dari pesawat yang terlibat dalam tragedi ini bahwa uang ini tidak memiliki nilai hukum… bahwa upaya untuk menggunakan uang ini adalah kejahatan,” tambah Menteri Pertahanan, Marcelo Salinas.

“Kami juga meminta semua pihak yang melakukan tindakan vandalisme di daerah ini untuk menahan diri dan menghormati masa berkabung dan duka yang kami alami di masa sulit ini,” ujarnya. (*)

Berita Terkait

Jejak Pencarian Korban Kapal Angkut 37 WNI di Malaysia Kini Dihentikan
RSUD Dr Soetomo Surabaya Kebakaran, 1 Pasien ICU Meninggal
Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
Kisah Pilu Korban Kecelakaan KA di Bekasi: Endang Terjepit 10 Jam di Gerbong KRL
Tragedi KA vs KRL di Bekasi Timur, Warga Doakan Korban Lewat Aksi Tabur Bunga
Taksi Green SM Disorot! Menhub Minta Evaluasi Usai Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Tragedi KRL Bekasi, 14 Korban Tewas, 10 Jenazah Masih Diidentifikasi RS Polri
Perahu Terbalik di Sungai Limun, Satu Penumpang Belum Ditemukan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 06:59 WIB

Jejak Pencarian Korban Kapal Angkut 37 WNI di Malaysia Kini Dihentikan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:16 WIB

RSUD Dr Soetomo Surabaya Kebakaran, 1 Pasien ICU Meninggal

Rabu, 29 April 2026 - 14:01 WIB

Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

Rabu, 29 April 2026 - 12:52 WIB

Kisah Pilu Korban Kecelakaan KA di Bekasi: Endang Terjepit 10 Jam di Gerbong KRL

Rabu, 29 April 2026 - 07:56 WIB

Tragedi KA vs KRL di Bekasi Timur, Warga Doakan Korban Lewat Aksi Tabur Bunga

Berita Terbaru