Waspada Modus Baru Bobol M-Banking Jelang Lebaran, Penipu Sebar Link dan Aplikasi Berbahaya

Kriminal

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Modus penipuan rekayasa sosial atau social engineering mengatasnamakan BRI. Sumber: BRI

Modus penipuan rekayasa sosial atau social engineering mengatasnamakan BRI. Sumber: BRI

Okepost.id – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital yang menargetkan pengguna mobile banking (m-banking), terutama menjelang Lebaran.

Pelaku kejahatan siber kini menggunakan berbagai cara untuk membobol rekening korban. Alih-alih meretas sistem bank, pelaku memanfaatkan kelengahan pengguna melalui teknik rekayasa sosial (social engineering).

Dengan metode tersebut, korban sering kali tanpa sadar memberikan informasi penting yang dapat digunakan pelaku untuk mengakses akun perbankan.

Penipu Sebar Link Palsu Mirip Situs Bank

Salah satu modus yang banyak digunakan adalah penyebaran link atau situs palsu yang tampilannya menyerupai halaman resmi bank.

Pelaku biasanya mengirim tautan melalui SMS, WhatsApp, atau media sosial. Korban kemudian diminta login dengan memasukkan sejumlah data pribadi, seperti:

  • User ID
  • Password
  • PIN
  • Kode OTP

Setelah data tersebut dimasukkan, informasi langsung tersimpan di sistem milik pelaku. Penipu kemudian dapat masuk ke akun m-banking korban dan melakukan transaksi tanpa diketahui.

Baca Juga :  ATR/BPN Cabut HGU Sugar Groub Lampung

Modus Aplikasi Berbahaya

Selain link palsu, pelaku juga kerap menyebarkan file aplikasi atau APK berbahaya yang harus diunduh korban.

Aplikasi tersebut biasanya disamarkan sebagai layanan tertentu, seperti aplikasi pelacakan paket, pembaruan layanan bank, atau program bantuan pemerintah.

Padahal aplikasi tersebut mengandung malware yang dapat mengakses berbagai fitur di ponsel korban, termasuk membaca SMS yang berisi kode OTP dan memantau aktivitas layar.

Jika korban menginstal aplikasi itu, pelaku berpotensi mendapatkan akses penuh ke layanan perbankan digital.

Mengaku Petugas Bank

Modus lain yang sering digunakan adalah penipu menghubungi korban dengan mengaku sebagai petugas bank atau layanan pelanggan.

Pelaku biasanya menyampaikan alasan adanya transaksi mencurigakan pada rekening korban. Selanjutnya mereka meminta korban melakukan verifikasi dengan mengklik tautan tertentu atau memberikan kode OTP.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Matangkan Persiapan Sholat Idul Fitri 1447 H

Padahal kode tersebut merupakan akses penting untuk masuk ke akun m-banking.

Penipuan Digital Meningkat Saat Lebaran

Kasus penipuan digital biasanya meningkat menjelang Lebaran. Pada periode ini, aktivitas transaksi masyarakat melalui layanan digital meningkat karena adanya pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan kebutuhan belanja.

Situasi tersebut sering dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksinya saat masyarakat sedang sibuk bertransaksi.

Cara Menghindari Penipuan M-Banking

Agar terhindar dari kejahatan digital, masyarakat perlu memperhatikan beberapa langkah berikut:

Jangan pernah membagikan PIN, password, atau kode OTP kepada siapa pun.

Hindari mengklik link yang dikirim oleh nomor tidak dikenal.

Unduh aplikasi hanya melalui Play Store atau App Store.

Hindari melakukan transaksi perbankan menggunakan WiFi publik.

Segera hubungi bank jika menerima telepon mencurigakan.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, pengguna layanan perbankan digital dapat melindungi rekening mereka dari risiko pembobolan. (tim)

Berita Terkait

Aliansi Honorer Non Database BKN Sambut Positif Komitmen Panja RUU ASN Bahas Aspirasi ke MenPANRB
PPPK dan PPPK Paruh Waktu Diminta Tak Panik, BKN Pastikan Tidak Dialihkan Jadi Non-ASN
Pemerintah Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Ini Prioritasnya
Rekrutmen Guru ASN Tak Bisa Sekaligus, MenPAN-RB Buka Fakta Mengejutkan
Heboh Usulan Guru Honorer Jadi PNS, PPPK dan PPPK Paruh Waktu Merasa Terpinggirkan?
Prabowo Siapkan Rp10,2 Triliun untuk Renovasi Ribuan Puskesmas di Indonesia
Prediksi CPNS 2026 Dibuka Juni, Ini Bocoran Formasi yang Banyak Dibutuhkan
Sering Dijual di Jalan, Buah Ini Ternyata Penangkal Asam Urat
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:23 WIB

Aliansi Honorer Non Database BKN Sambut Positif Komitmen Panja RUU ASN Bahas Aspirasi ke MenPANRB

Senin, 18 Mei 2026 - 07:31 WIB

PPPK dan PPPK Paruh Waktu Diminta Tak Panik, BKN Pastikan Tidak Dialihkan Jadi Non-ASN

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemerintah Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Ini Prioritasnya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:20 WIB

Rekrutmen Guru ASN Tak Bisa Sekaligus, MenPAN-RB Buka Fakta Mengejutkan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:04 WIB

Heboh Usulan Guru Honorer Jadi PNS, PPPK dan PPPK Paruh Waktu Merasa Terpinggirkan?

Berita Terbaru