OJK Catat Penghimpunan Dana Pasar Modal Tembus Rp112,67 Triliun pada Semester I 2026

Obligasi dan sukuk menjadi penyumbang terbesar, sementara IPO menghasilkan Rp2,16 triliun dari tujuh emiten baru.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (kanan) bersama Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi (kanan) bersama Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik

Okepost.id, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp112,67 triliun hingga 30 Juni 2026. Dana tersebut diperoleh melalui 126 aksi korporasi, dengan instrumen obligasi dan sukuk menjadi kontributor terbesar sepanjang semester pertama tahun ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan aktivitas penghimpunan dana tetap berjalan meski pasar saham domestik masih menghadapi tekanan.

Sepanjang semester I 2026, penawaran umum perdana saham (IPO) menghimpun dana Rp2,16 triliun dari tujuh perusahaan yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Baca Juga :  IHSG Berisiko Lanjut Koreksi ke Level 6.644, Saham BBCA hingga ISAT Masuk Radar Analis

Selain IPO, perusahaan juga memperoleh pendanaan melalui rights issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) sebesar Rp12,70 triliun dari 12 aksi korporasi.

Di sisi lain, penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) menghasilkan dana Rp8,30 triliun melalui sembilan penawaran umum. Sementara itu, penerbitan lanjutan EBUS dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Tahap II dan seterusnya membukukan dana Rp89,51 triliun dari 98 penerbitan.

Data tersebut menunjukkan bahwa obligasi dan sukuk masih menjadi instrumen utama perusahaan dalam memperoleh pendanaan di pasar modal, mengungguli IPO maupun rights issue.

Baca Juga :  Saham TCPI Masuk Daftar HSC BEI, FTSE Russell Siap Keluarkan Emiten Berkonsentrasi Tinggi dari Indeks

OJK juga mencatat masih terdapat 11 aksi korporasi yang berada dalam antrean (pipeline) dengan potensi penghimpunan dana mencapai Rp15,84 triliun.

Pipeline tersebut terdiri atas dua rencana IPO senilai Rp140 miliar, lima rights issue senilai Rp10,45 triliun, dua penerbitan EBUS senilai Rp2,50 triliun, serta dua penerbitan lanjutan EBUS sebesar Rp2,75 triliun.

Meski penghimpunan dana terus berlanjut, kondisi pasar saham masih mengalami tekanan. Hingga akhir Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah 34,74 persen secara year to date (YTD) ke level 5.643,19.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Ditutup Melemah 0,86 Persen, Saham BYAN hingga BREN Jadi Pemberat
IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan
MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar
BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%
Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:56 WIB

IHSG Ditutup Melemah 0,86 Persen, Saham BYAN hingga BREN Jadi Pemberat

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:48 WIB

IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:25 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:51 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:33 WIB

MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar

Berita Terbaru