BEI Ubah Aturan Harga Saham, Batas Minimum Turun Jadi Rp1 Mulai 28 September

Bursa Efek Indonesia menurunkan batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan ini juga mengubah batas Auto Rejection Atas dan Bawah.

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menurunkan batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1 mulai 28 September 2026.

BEI menyebut perubahan ini memberi ruang perdagangan yang lebih luas bagi saham berharga rendah. Kebijakan tersebut juga diharapkan meningkatkan kualitas pembentukan harga dan likuiditas pasar.

Sekretaris BEI Elsierra Putri Yosita mengatakan saham yang sebelumnya tertahan di level Rp50 kini dapat bergerak pada rentang harga yang lebih luas.

Baca Juga :  IHSG Berpotensi Lanjut Melemah, Analis Rekomendasikan ANTM hingga TLKM

Aturan ARA dan ARB Saham

BEI juga menyesuaikan batas Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB).

Hingga 31 Desember 2026, ketentuannya sebagai berikut:

Saham Rp1-Rp10: ARA dan ARB Rp1.

Saham di atas Rp10-Rp200: ARA 35% dan ARB 15%.

Saham di atas Rp200-Rp5.000: ARA 25% dan ARB 15%.

Saham di atas Rp5.000: ARA 20% dan ARB 15%.

Mulai 1 Januari 2027, BEI akan menerapkan ARB simetris sesuai kelompok harga. Dengan aturan ini, batas ARA dan ARB akan sama untuk saham di atas Rp10.

Baca Juga :  IHSG Berbalik Melemah di Penutupan, Saham Perbankan Jadi Biang Kerok Meski Transaksi Tembus Rp50 Triliun

DINFRA Juga Ikut Berubah

BEI menerapkan penyesuaian serupa pada Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

Untuk DINFRA dengan harga Rp1-Rp10, batas ARA dan ARB menjadi Rp1. Sementara itu, DINFRA dengan harga di atas Rp10 memiliki batas ARA dan ARB masing-masing 10%.

Perubahan tersebut tertuang dalam keputusan direksi BEI dan berlaku mulai Senin, 28 September 2026.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Terancam Kembali Jatuh! Level 6.370 Jadi Penentu Arah Bursa Pekan Depan
IHSG Berpeluang Rebound Akhir Kuartal III 2026, Saham Bank Jumbo Jadi Andalan
IHSG Pekan Depan Diprediksi Bergerak 6.450–6.700, Pasar Cermati Kebijakan The Fed
IHSG Ditutup Melemah 0,86 Persen, Saham BYAN hingga BREN Jadi Pemberat
IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan
MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:45 WIB

BEI Ubah Aturan Harga Saham, Batas Minimum Turun Jadi Rp1 Mulai 28 September

Minggu, 20 September 2026 - 18:13 WIB

IHSG Terancam Kembali Jatuh! Level 6.370 Jadi Penentu Arah Bursa Pekan Depan

Senin, 14 September 2026 - 18:53 WIB

IHSG Berpeluang Rebound Akhir Kuartal III 2026, Saham Bank Jumbo Jadi Andalan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:01 WIB

IHSG Pekan Depan Diprediksi Bergerak 6.450–6.700, Pasar Cermati Kebijakan The Fed

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:56 WIB

IHSG Ditutup Melemah 0,86 Persen, Saham BYAN hingga BREN Jadi Pemberat

Berita Terbaru