IHSG Melonjak 2,25% ke Level 5.030, Saham BBCA dan AMMN Jadi Pendorong

Indeks saham domestik kembali menembus level 5.000 pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026). Mayoritas saham menguat, termasuk BBCA, BBRI, dan AMMN.

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona hijau pada Kamis (5/11/2026). Indeks melonjak 110,49 poin atau 2,25% ke level 5.030,26.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 4.995,46 hingga 5.072,05. Penguatan ini membawa indeks kembali menembus level psikologis 5.000.

Mayoritas saham ikut menguat. Sebanyak 440 saham naik, sedangkan 178 saham melemah dan 99 saham lainnya bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp8.801 triliun.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang kenaikan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 3,96% ke Rp5.125 per saham.

Baca Juga :  Rebalancing MSCI Berakhir Hari Ini, Pasar Saham Indonesia Diprediksi Bergerak Volatil

Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) naik 0,74% menjadi Rp2.710. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatat kenaikan lebih tinggi, yakni 8,28% ke posisi Rp3.660 per saham.

Sentimen Ekonomi dan Reformasi Pasar Modal

Penguatan IHSG turut didukung sentimen positif dari perkembangan reformasi pasar modal. Regulator sebelumnya mengumumkan sanksi baru terkait dugaan pelanggaran di pasar saham sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,47% pada kuartal III/2026 ikut memberikan dorongan positif bagi pasar.

Baca Juga :  IHSG Tertekan ke Area 6.000, Saham Big Caps Kompak Melemah pada Awal Perdagangan

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 5,29%.

Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai perkembangan reformasi pasar modal dan kinerja ekonomi nasional menjadi faktor penting yang menopang optimisme investor.

Pertumbuhan ekonomi yang solid juga dinilai dapat membantu menjaga stabilitas rupiah serta memberikan ruang bagi pemerintah untuk melanjutkan program belanja strategis.

Dengan kembali menembus level 5.000, pergerakan IHSG selanjutnya akan menjadi perhatian investor di tengah dinamika pasar global dan perkembangan ekonomi domestik. (Pro)

Berita Terkait

OJK Siapkan Pengembalian Dana Investor Korban Manipulasi Saham, Begini Mekanismenya
Demutualisasi BEI, Suahasil Tegaskan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemegang Saham
IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa
Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat
BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks
IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan
IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas
IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

IHSG Melonjak 2,25% ke Level 5.030, Saham BBCA dan AMMN Jadi Pendorong

Kamis, 5 November 2026 - 19:34 WIB

OJK Siapkan Pengembalian Dana Investor Korban Manipulasi Saham, Begini Mekanismenya

Rabu, 4 November 2026 - 07:45 WIB

Demutualisasi BEI, Suahasil Tegaskan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemegang Saham

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat

Berita Terbaru

INVESTASI

IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa

Selasa, 3 Nov 2026 - 20:35 WIB