IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan setelah menghadapi tekanan di pasar modal

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan setelah menghadapi tekanan di pasar modal. Namun, di tengah penguatan indeks sebesar 4,9% dalam sepekan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperketat penegakan hukum dan membenahi transparansi perdagangan saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 4,90% selama periode perdagangan 19–23 Oktober 2026. Indeks ditutup pada level 5.439,26 pada Jumat (23/10/2026), naik dari posisi akhir pekan sebelumnya di level 5.185,10.

Pemulihan ini terjadi di tengah tekanan dari investor asing yang masih melepas saham di pasar domestik. Pada Jumat (23/10/2026), investor asing mencatatkan penjualan bersih atau *net sell* sebesar Rp1,28 triliun. Sementara itu, akumulasi *net sell* asing sepanjang 2026 mencapai Rp94,87 triliun.

OJK Perkuat Penegakan Hukum Pasar Modal

OJK tidak hanya berfokus pada pemulihan indeks, tetapi juga berupaya memperkuat integritas pasar modal Indonesia. Langkah ini menjadi penting setelah muncul sorotan terhadap kualitas pasar saham domestik dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Baca Juga :  Saham BBRI Sentuh Titik Terendah Lima Tahun, Investor Domestik Manfaatkan Momentum

Friderica menyampaikan bahwa OJK telah menjatuhkan sanksi dengan nilai total Rp1,5 triliun kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. OJK juga mengidentifikasi dua perusahaan yang diduga terlibat dalam manipulasi pasar dan melakukan koordinasi dengan lembaga terkait untuk menangani perkara tersebut.

OJK berkomitmen melanjutkan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran pasar modal. Lembaga tersebut juga akan mendorong keterbukaan informasi, meningkatkan likuiditas, serta memperbaiki kualitas perdagangan agar investor memperoleh informasi yang lebih memadai.

Pembenahan ini diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pasar saham Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Fundamental Emiten Masih Menunjukkan Pertumbuhan

Di tengah gejolak pasar, kinerja perusahaan tercatat di BEI masih memberikan sinyal positif. OJK mencatat pendapatan emiten pada kuartal II/2026 tumbuh 15,9%, disertai peningkatan laba bersih.

Baca Juga :  Top Losers Pekan Ini: ASPR Anjlok 37,85%, APIC dan LCKM Ikut Terseret

Dari total 962 perusahaan tercatat, sebanyak 74% membukukan laba. Kondisi tersebut menjadi salah satu penopang ketahanan pasar saham domestik ketika sentimen eksternal menekan pergerakan indeks.

Terkait evaluasi MSCI, Friderica menyebut Indonesia memperoleh penilaian positif pada 16 dari 18 indikator dalam perbandingan dengan negara berstatus *emerging market* pada penilaian Juni 2026.

Indonesia juga telah menerapkan ambang batas keterbukaan kepemilikan saham sebesar 1% dan memiliki 39 klasifikasi investor. Kebijakan tersebut diharapkan membantu meningkatkan kualitas informasi mengenai kepemilikan saham dan karakteristik investor.

Meski IHSG berhasil bangkit, OJK tetap perlu memastikan bahwa penguatan pasar berjalan seiring dengan peningkatan transparansi dan kepatuhan terhadap aturan.

Bagi investor, perkembangan ini menjadi pengingat untuk tidak hanya mengikuti pergerakan indeks, tetapi juga memperhatikan fundamental perusahaan, keterbukaan informasi, serta risiko investasi sebelum mengambil keputusan. (Pro)

Berita Terkait

BEI Catat 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean Bursa
IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati
BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta
Saham DSSA Ambruk 82%, Begini Nasib Emiten Lain Grup Sinar Mas
MSCI Tetap Ancam Downgrade Saham RI, Pertemuan dengan Pemerintah Tak Ubah Sikap
IHSG Ambruk ke Bawah 6.000, Rupiah Melemah dan Evaluasi MSCI Bikin Investor Waspada
IHSG Mulai Bangkit! Cek 6 Saham yang Menarik Dicermati Investor
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:33 WIB

IHSG Melonjak 4,9% Sepekan, OJK Perketat Pengawasan dan Bidik Manipulasi Saham

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:53 WIB

BEI Catat 9 Calon Emiten IPO, Sektor Kesehatan Mendominasi Antrean Bursa

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:45 WIB

IHSG Ambruk Imbas MSCI, Saham BBCA, BBRI hingga ASII Menarik Dicermati

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:43 WIB

BEI Optimistis Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI, Ini Alasannya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:32 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 17 Oktober 2026 Naik, Termurah Rp1,33 Juta

Berita Terbaru