IHSG Anjlok 1,3% ke Level 4.964, Saham Perbankan hingga Tambang Bebani Indeks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto ilustrasi

Poto ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Hingga pukul 09.15 WIB, IHSG berada di level 4.964,95 atau terkoreksi 65,31 poin setara 1,3%.

Aktivitas perdagangan mencatat volume mencapai 39,95 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp1,06 triliun.

Tekanan terhadap IHSG datang dari sejumlah sektor, terutama material dasar yang merosot sekitar 2,7%. Sektor infrastruktur menyusul dengan penurunan 2,1%, sedangkan sektor properti melemah 1,8%.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat indeks. Di antaranya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA).

Baca Juga :  MSCI Bekukan Rebalancing Saham GoTo, Terancam Dihapus dari Indeks pada Agustus 2026

Di sisi lain, saham CARE, MAPA, AMRT, BUVA, dan BRIS tercatat sebagai saham yang menahan laju koreksi IHSG berdasarkan kontribusi poin indeks.

Pelemahan pasar saham domestik sejalan dengan kondisi bursa Asia yang juga berada di zona merah. Tekanan paling besar terjadi di Korea Selatan, ketika indeks Kospi anjlok lebih dari 8% hingga turun di bawah level 5.000.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melemah lebih dari 2%. Adapun indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi sekitar 0,9%.

Sentimen negatif tersebut mengikuti aksi jual besar-besaran di Wall Street pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Tiga indeks utama Amerika Serikat kompak melemah dan mencatatkan penurunan harian terdalam sejak April 2025.

Baca Juga :  IHSG Anjlok 3,05 Persen ke 5.643, Saham BBCA hingga ASII Tekan Pergerakan Indeks

Nasdaq Composite menjadi indeks dengan tekanan terbesar setelah anjlok 5,5%. Penurunan tersebut membawa Nasdaq lebih dari 10% di bawah level tertinggi terbarunya sehingga resmi memasuki zona koreksi.

Indeks S&P 500 juga merosot 4,4%, sedangkan Dow Jones Industrial Average kehilangan lebih dari 1.800 poin atau turun 3,4%.

Tekanan di pasar global tersebut turut membayangi perdagangan saham Asia dan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG menjelang akhir pekan.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Melonjak 2,25% ke Level 5.030, Saham BBCA dan AMMN Jadi Pendorong
OJK Siapkan Pengembalian Dana Investor Korban Manipulasi Saham, Begini Mekanismenya
Demutualisasi BEI, Suahasil Tegaskan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemegang Saham
IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa
Indeks Bisnis-27 Menguat 0,13%, PGAS Melonjak 8,64%, PTBA dan MEDC Ikut Menguat
BBCA Rajai FTSE Indonesia, 3 Bank Besar Kuasai Lebih dari 53% Bobot Indeks
IHSG Masih Tertekan, Rupiah Rp18.100 dan Keputusan The Fed Jadi Sorotan
IHSG Menguat, Asing Malah Jual 10 Saham Ini, BBCA Paling Banyak Dilepas
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:21 WIB

IHSG Anjlok 1,3% ke Level 4.964, Saham Perbankan hingga Tambang Bebani Indeks

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

IHSG Melonjak 2,25% ke Level 5.030, Saham BBCA dan AMMN Jadi Pendorong

Kamis, 5 November 2026 - 19:34 WIB

OJK Siapkan Pengembalian Dana Investor Korban Manipulasi Saham, Begini Mekanismenya

Rabu, 4 November 2026 - 07:45 WIB

Demutualisasi BEI, Suahasil Tegaskan Kemenkeu Tak Akan Jadi Pemegang Saham

Selasa, 3 November 2026 - 20:35 WIB

IHSG Ambruk 3,78 Persen, 717 Saham Berguguran di Bursa

Berita Terbaru