Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (30/6/2026) di zona merah setelah terkoreksi cukup tajam. Pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi faktor utama yang menekan pergerakan indeks.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 3,05 persen atau 177,59 poin ke level 5.643,19. Indeks sempat dibuka di posisi 5.801,45 dan bergerak ke titik tertinggi harian pada level 5.811,66.
Pergerakan pasar juga menunjukkan tekanan yang merata. Sebanyak 564 saham melemah, 136 saham menguat, sedangkan 99 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai kapitalisasi pasar ikut turun menjadi Rp9.919,31 triliun.
BBCA, AMMN, dan ASII Jadi Penekan Utama
Beberapa saham dengan kapitalisasi besar mencatat penurunan signifikan dan ikut membebani laju indeks. Saham MORA memimpin pelemahan setelah turun 7,38 persen ke Rp6.900 per saham.
Di sisi lain, BBCA melemah 6,33 persen menjadi Rp5.550 per saham. AMMN turun 6,06 persen ke Rp3.100, sementara ASII terkoreksi 4,03 persen menjadi Rp4.520 per saham.
Tekanan juga terjadi pada BBRI yang turun 3,87 persen, diikuti PANI yang melemah 3,75 persen dan DSSA yang turun 3,64 persen.
Minim Sentimen Positif Picu Aksi Jual
Laporan riset harian Mirae Asset Sekuritas menyebut minimnya sentimen positif membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual. Kondisi tersebut memicu pelemahan pada seluruh indeks sektoral.
Sektor bahan baku menjadi sektor dengan penurunan terdalam. Saham-saham komoditas logam ikut mengalami tekanan besar, termasuk AMMN dan EMAS.
Menariknya, pelemahan pasar domestik bergerak berbeda dengan bursa Asia yang cenderung menguat. Indeks Kospi Korea Selatan naik sekitar 3 persen, sedangkan Nikkei Jepang menguat sekitar 1,5 persen pada periode yang sama.(Pro)









