Okepost.id, Jakarta – Penyedia indeks global MSCI Inc. resmi membekukan proses rebalancing saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk setelah saham emiten berkode GOTO tersebut diperdagangkan pada batas harga minimum Rp50 per saham di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.
Dalam pengumuman resminya pada Rabu, 27 Mei 2026, MSCI menyatakan pembekuan tersebut mencakup seluruh perubahan terkait jumlah saham (Number of Shares/NOS), Foreign Inclusion Factor (FIF), Domestic Inclusion Factor (DIF), hingga constraint factors dalam indeks MSCI.
Tak hanya itu, MSCI juga menangguhkan penambahan maupun penghapusan saham GOTO dalam rangkaian Tinjauan Indeks Mei 2026.
Keputusan tersebut berlaku untuk seluruh indeks MSCI, termasuk MSCI Global Investable Market Indexes dan indeks non-market capitalization weighted seperti MSCI Factor, Sustainability & Climate, Thematic, hingga Capped Indexes.
MSCI Tetap Bisa Terapkan Constraint Factor
Meski membekukan sejumlah perubahan, MSCI menegaskan tetap dapat menerapkan constraint factor pada indeks tertentu apabila dibutuhkan untuk menjaga batas konsentrasi sesuai metodologi indeks.
Indeks yang dimaksud meliputi MSCI 10/40 Index, MSCI 25/50 Index, dan MSCI 35/65 Index.
“Perubahan constraint factor tetap akan diterapkan apabila diperlukan agar indeks tetap memenuhi batas konsentrasi sesuai metodologi,” tulis MSCI dalam keterangannya.
GoTo Berisiko Didepak dari Indeks MSCI
MSCI juga mengungkapkan akan kembali meninjau likuiditas saham GOTO dalam review indeks periode Agustus 2026.
Jika hingga evaluasi berikutnya saham GOTO gagal memenuhi persyaratan likuiditas yang berlaku, maka perusahaan teknologi tersebut berpotensi dihapus dari jajaran indeks MSCI Global Investable Market Indexes.
Review lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026 dan hasilnya efektif berlaku mulai 1 September 2026.
MSCI Sebelumnya Keluarkan 18 Saham Indonesia
Sebelumnya, pada 13 Mei 2026, MSCI telah mengumumkan hasil rebalancing indeks periode Mei 2026. Dalam evaluasi tersebut, MSCI masih mempertahankan kebijakan pembekuan penambahan konstituen saham Indonesia untuk kategori MSCI Global Standard Indexes.
Pada saat bersamaan, MSCI juga menghapus 18 saham Indonesia dari berbagai kategori indeks global mereka.
Kondisi ini membuat perhatian pelaku pasar kini tertuju pada nasib saham GOTO dalam evaluasi berikutnya, terutama terkait aspek likuiditas dan pergerakan harga saham di pasar. (Pro)









