Okepost.id – Fenomena mengeringnya Danau Kerinci di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, menjadi perhatian serius masyarakat dan pemerintah daerah. Permukaan air danau yang biasanya luas kini terlihat menyusut drastis, bahkan di beberapa titik dasar danau mulai tampak jelas.
Warga sekitar mengaku kondisi ini baru pertama kali terjadi dalam skala sebesar sekarang. Penurunan debit air tersebut diduga dipicu oleh musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kerinci dalam beberapa bulan terakhir, diperparah dengan perubahan iklim yang tidak menentu.
“Air danau surut jauh dari biasanya. Nelayan sulit menangkap ikan, dan hasilnya menurun drastis,” ujar Hasan, salah satu nelayan Danau Kerinci, Senin (26/1/26).
Tak hanya berdampak pada nelayan, surutnya Danau Kerinci juga memengaruhi sektor pertanian. Danau ini selama ini menjadi sumber irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya. Jika kondisi terus berlanjut, warga khawatir akan terjadi gagal panen.
Selain faktor alam, sejumlah pihak juga menyoroti aktivitas pembukaan lahan dan sedimentasi yang diduga mempercepat pendangkalan danau. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan mengancam kelestarian Danau Kerinci sebagai salah satu ikon alam dan sumber kehidupan masyarakat setempat.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak ekosistem danau.
Upaya jangka panjang seperti normalisasi danau dan konservasi lingkungan disebut perlu segera direncanakan agar Danau Kerinci dapat kembali berfungsi secara optimal. (*)









