Okepost.id – Perjalanan darat Palembang–Jambi yang selama ini memakan waktu 7–8 jam segera berubah lebih singkat.
Pembangunan Tol Palembang – Jambi sebagai bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera terus menunjukkan percepatan signifikan.
Pemerintah menargetkan waktu tempuh Palembang–Jambi turun menjadi sekitar 3 jam setelah seluruh ruas tersambung penuh.
Memasuki Februari 2026, progres konstruksi ruas Palembang–Betung berjalan positif.
Pemerintah berencana memfungsikan Seksi 1 dan Seksi 2 mulai 11 Februari 2026 untuk mendukung arus mudik Lebaran. Langkah ini diharapkan mengurangi kepadatan di jalur lintas timur Sumatera.
Sementara itu, Seksi 3 Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34 kilometer sudah beroperasi sejak Oktober 2024. Pengelola masih menggratiskan tarif, tetapi pengguna tetap wajib melakukan tapping kartu uang elektronik di gerbang tol.
Seksi 4 Tempino–Simpang Ness sepanjang 18,49 kilometer juga telah beroperasi.
Secara keseluruhan, ruas Betung–Jambi membentang sepanjang 170,73 kilometer yang terbagi dalam empat seksi:
- Betung–Tungkal Jaya (62,38 km)
- Tungkal Jaya–Bayung Lencir (54,32 km)
- Bayung Lencir–Tempino (34 km)
- Tempino–Simpang Ness (18,49 km)
Tol ini memperkuat konektivitas antara Sumatera Selatan dan Jambi sekaligus mempercepat distribusi logistik antarprovinsi.
Sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia, termasuk gerbang tol di Kramasan, Bayung Lencir, dan Muaro Sebapo. Rest area juga dilengkapi masjid, toilet, minimarket, hingga SPKLU.
Proyek ini juga mencakup pembangunan Jembatan Musi V di ruas Palembang–Betung. Kontraktor menggunakan metode box balance cantilever agar pembangunan tidak mengganggu lalu lintas sungai.
Jika seluruh ruas telah beroperasi penuh, tarif kendaraan Golongan I diperkirakan mencapai sekitar Rp300 ribu.
Meski demikian, pelaku usaha menilai biaya tersebut sebanding dengan efisiensi waktu dan penghematan operasional.
Tol Palembang–Jambi kini tidak hanya menjadi jalur alternatif, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Sumatera. (tim)









