Rekrutmen Guru ASN Tak Bisa Sekaligus, MenPAN-RB Buka Fakta Mengejutkan

Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Wacana rekrutmen besar-besaran guru Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali menjadi sorotan publik. Namun, pemerintah akhirnya memberikan penegasan tegas yang cukup mengejutkan: rekrutmen guru ASN tidak bisa dilakukan sekaligus dalam jumlah besar.

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa kebijakan pengadaan guru ASN harus dilakukan secara hati-hati, terukur, dan tidak boleh dipaksakan dalam skala besar tanpa perhitungan matang.

Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa harapan sebagian pihak untuk percepatan pengangkatan guru secara massal belum bisa segera terwujud.

Bukan Sekadar Soal Jumlah, Tapi Risiko Besar di Baliknya

Rini menjelaskan bahwa rekrutmen guru ASN tidak hanya soal menambah tenaga pengajar, tetapi juga menyangkut keberlanjutan anggaran negara, pemerataan pendidikan, hingga kesiapan sistem di daerah.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu Tetap ASN, Mengapa Sumber Gajinya Berbeda dengan PNS dan PPPK? Ini Penjelasan Pemerintah

Menurutnya, jika dilakukan secara besar-besaran tanpa perencanaan yang tepat, hal tersebut justru berpotensi menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

“Pengadaan guru tidak bisa dilakukan sekaligus dalam jumlah besar tanpa perhitungan yang matang,” tegasnya.

Sorotan Tajam untuk Nasib Guru Honorer

Isu ini menjadi semakin sensitif karena berkaitan erat dengan masa depan guru honorer yang selama ini menanti kepastian status.

Di sisi lain, DPR RI sebelumnya mendorong percepatan rekrutmen besar-besaran sebagai respons atas rencana penghapusan tenaga honorer pada 2027. Namun pemerintah menilai pendekatan tersebut tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.

Baca Juga :  PPPK Paruh Waktu : Antara Legalitas dan Realita Penghasilan

Pemerintah Pilih Jalur Bertahap

Sebagai jalan tengah, pemerintah menegaskan akan fokus pada strategi bertahap, di antaranya:

Pemetaan ulang kebutuhan guru di seluruh daerah

Redistribusi tenaga pendidik yang sudah ada

Rekrutmen ASN sesuai kemampuan anggaran negara

Pemanfaatan data pendidikan berbasis sistem resmi

Daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) juga menjadi perhatian utama karena masih mengalami kekurangan guru yang cukup signifikan.

Meski rekrutmen guru ASN tetap menjadi agenda penting pemerintah, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses ini tidak bisa dilakukan secara instan.

Pemerintah menegaskan, kebijakan ini harus berjalan hati-hati agar tidak menimbulkan beban fiskal maupun ketimpangan baru di sektor pendidikan Indonesia.(Pro)

Berita Terkait

Pengisian Jabatan Sekda Kota Jambi Jadi Sorotan, Open Bidding atau Manajemen Talenta?
Pemerintah Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Ini Prioritasnya
Heboh Usulan Guru Honorer Jadi PNS, PPPK dan PPPK Paruh Waktu Merasa Terpinggirkan?
Prabowo Siapkan Rp10,2 Triliun untuk Renovasi Ribuan Puskesmas di Indonesia
Prediksi CPNS 2026 Dibuka Juni, Ini Bocoran Formasi yang Banyak Dibutuhkan
Kota Jambi Raih Penghargaan Tertinggi BPOM di Provinsi Jambi, Wali Kota Targetkan Naik ke Kategori Unggul
Sering Dijual di Jalan, Buah Ini Ternyata Penangkal Asam Urat
Manfaat Daun Kencur untuk Kesehatan Tubuh
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:24 WIB

Pengisian Jabatan Sekda Kota Jambi Jadi Sorotan, Open Bidding atau Manajemen Talenta?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemerintah Susun Rencana Induk Pascabencana Sumatera, Ini Prioritasnya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:04 WIB

Heboh Usulan Guru Honorer Jadi PNS, PPPK dan PPPK Paruh Waktu Merasa Terpinggirkan?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:25 WIB

Prabowo Siapkan Rp10,2 Triliun untuk Renovasi Ribuan Puskesmas di Indonesia

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:30 WIB

Prediksi CPNS 2026 Dibuka Juni, Ini Bocoran Formasi yang Banyak Dibutuhkan

Berita Terbaru