Makanan yang Harus Dihindari saat Buka Puasa, Hati-hati Bisa Alami Gangguan Pencernaan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Pada bulan Ramadan 2026, umat Muslim melaksanakan ibadah puasa dengan tidak makan dan minum sejak waktu imsak hingga tiba saat berbuka. Setelah menahan lapar dan haus lebih dari 13 jam, memilih menu berbuka yang tepat menjadi hal penting agar tubuh tetap prima dan terhindar dari masalah pencernaan.

Dosen Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada larangan khusus terkait makanan saat berbuka. Namun, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi agar tidak memicu gangguan pada sistem pencernaan.

Berikut beberapa makanan yang dianjurkan untuk dihindari saat berbuka puasa:

1. Makanan yang Mengandung Gas

Jenis makanan seperti nangka, kembang kol, brokoli, kubis, dan jamur berpotensi menimbulkan perut kembung serta rasa tidak nyaman setelah berbuka. Selain itu, minuman bersoda juga tidak disarankan karena dapat membuat perut yang kosong terasa semakin tidak nyaman.

Baca Juga :  4 HP OPPO 5G Terbaik 2026: RAM Besar, Kamera Andal

2. Makanan Bersifat Asam

Makanan dengan tingkat keasaman tinggi, seperti jeruk, mangga muda, acar, pempek, yogurt, dan aneka buah beri, dapat merangsang peningkatan asam lambung. Hal ini berisiko memicu iritasi pada lambung yang sebelumnya kosong selama berpuasa.

3. Makanan Pedas

Hidangan pedas bisa menyebabkan iritasi pada lambung dan menimbulkan gangguan pencernaan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap rasa pedas. Rasa panas atau perih di lambung akibat makanan pedas juga dapat mengganggu kenyamanan saat menjalankan ibadah di malam hari.

4. Makanan dengan Kandungan Gula Tinggi

Mengonsumsi terlalu banyak makanan manis saat berbuka dapat menyebabkan kenaikan gula darah secara drastis, yang kemudian diikuti rasa lemas dan berkurangnya nafsu makan. Sebagai pilihan, makanan ringan dengan sedikit rasa gurih atau asin bisa membantu meningkatkan selera makan tanpa memicu lonjakan gula darah.

Baca Juga :  Safari Ramadhan 1447 H Pemerintah Kabupaten Kerinci Resmi Dibuka

5. Makanan Tinggi Lemak

Gorengan dan makanan berlemak lainnya membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna sehingga dapat membebani sistem pencernaan. Selain itu, konsumsi lemak berlebih juga berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Sebagai alternatif yang lebih sehat, hidangan berkuah seperti sup lebih dianjurkan karena lebih mudah dicerna dan membantu menjaga metabolisme tubuh.

Dengan memperhatikan pilihan menu berbuka yang lebih sehat, umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman serta menjaga kondisi tubuh tetap bugar sepanjang Ramadan 2026. (*)

Berita Terkait

THR ASN 2026 Akan Cair Awal Ramadhan, Apakah PPPK Paruh Waktu Termasuk?
Bisa Login Coretax Tapi Gagal Lapor SPT? Ini 3 Penyebab dan Solusinya
Rupiah menguat seiring keputusan MA AS anulir kebijakan tarif Trump
DPR Ingatkan THR Harus Cair 2 Minggu Sebelum Lebaran, Perusahaan Langgar Harus Disanksi!
Begini Respons MUI Soal Adanya Produk AS Tak Wajib Label Halal Masuk Indonesia
Password dan Passphrase Coretax Berbeda, Wajib Pajak Jangan Sampai Keliru
SKTP Februari 2026 Mulai Terbit, Pencairan TPG Guru Diproses Bertahap
Tak Semua Pemilik NPWP Wajib Lapor SPT Tahunan, Ini Kriterianya
Berita ini 66 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 19:51 WIB

THR ASN 2026 Akan Cair Awal Ramadhan, Apakah PPPK Paruh Waktu Termasuk?

Senin, 23 Februari 2026 - 12:45 WIB

Bisa Login Coretax Tapi Gagal Lapor SPT? Ini 3 Penyebab dan Solusinya

Senin, 23 Februari 2026 - 11:19 WIB

DPR Ingatkan THR Harus Cair 2 Minggu Sebelum Lebaran, Perusahaan Langgar Harus Disanksi!

Senin, 23 Februari 2026 - 10:50 WIB

Begini Respons MUI Soal Adanya Produk AS Tak Wajib Label Halal Masuk Indonesia

Senin, 23 Februari 2026 - 09:48 WIB

Password dan Passphrase Coretax Berbeda, Wajib Pajak Jangan Sampai Keliru

Berita Terbaru