Okepost.id – Di tengah rutinitas yang padat, banyak orang mengandalkan lauk praktis yang bisa disimpan untuk beberapa hari, salah satunya telur. Entah itu telur rebus yang simpel atau telur asin dengan rasa gurih khas, keduanya sering jadi “penyelamat” saat tak sempat memasak.
Cara Menyimpan Telur Rebus agar Lebih Awet dan Tetap Aman Dikonsumsi
Telur rebus sering jadi andalan sebagai stok lauk praktis. Namun, dibandingkan telur mentah, daya tahannya justru lebih singkat. Proses perebusan dapat menghilangkan lapisan pelindung alami pada cangkang yakni kutikula (cuticle), sehingga telur lebih rentan terpapar bakteri dari lingkungan.
Menurut United States Department of Agriculture, telur yang sudah dimasak tidak boleh dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. Batas amannya adalah maksimal 2 jam, karena pada suhu antara 5-60°C (sering disebut danger zone), bakteri seperti Salmonella bisa berkembang dengan cepat. Bahkan, jika suhu lingkungan cukup panas sekitar di atas 32°C, batas waktu ini bisa menyusut menjadi sekitar 1 jam, karena pertumbuhan bakteri berlangsung lebih cepat pada suhu tinggi.
Karena itu, setelah telur matang dan suhunya mulai turun, sebaiknya segera disimpan di dalam kulkas dengan suhu ≤4°C. Pendinginan ini penting untuk memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan menjaga keamanan pangan.
– Simpan dalam kondisi masih bercangkang, karena cangkang membantu melindungi dari kontaminasi
– Gunakan wadah tertutup untuk mencegah paparan bakteri dan bau dari makanan lain
– Letakkan di bagian dalam kulkas, bukan di pintu, agar suhu lebih stabil
Kunci agar telur rebus bisa lebih awet bukan hanya pada cara memasaknya, tetapi pada pengendalian waktu dan suhu setelah dimasak. Semakin cepat didinginkan dan semakin tepat cara penyimpanannya, semakin kecil risiko kontaminasi dan semakin lama telur bisa dikonsumsi dengan aman. (*)









