Okepost.id – Kualitas tidur yang kamu jalani memiliki dampak langsung terhadap kesehatan otak. Sebaliknya, kondisi otak juga memengaruhi pola tidurmu.
Ketika tubuh mengalami gangguan tidur kronis, hal tersebut tidak boleh diabaikan. Kondisi ini bisa menjadi sinyal peringatan akan masalah yang lebih serius, termasuk risiko demensia.
Otak memiliki sistem glymphatic yang membersihkan racun saat kamu terlelap, termasuk amiloid beta. Ini merupakan protein yang menumpuk di otak seiring berkembangnya demensia. Selain itu, memori terbentuk dalam tiga tahap, yaitu pengkodean (encoding), konsolidasi (consolidationi), dan pengambilan (retrieval).
Ahli saraf Dr. Rob Nawaz Khan menambahkan bahwa demensia memengaruhi fungsi otak, memori, ritme sirkadian, dan perilaku.
1. Insomnia yang Sangat Parah
Sulit tidur sesekali tidaklah mengkhawatirkan, tetapi insomnia yang muncul mendadak perlu dievaluasi. Penderita juga bisa merasakan gangguan hebat di siang hari, seperti rasa lelah ekstrem dan perubahan suasana hati.
2. Mengantuk di waktu yang tidak wajar
Ritme sirkadian mengatur jadwal harianmu untuk terjaga dan merasa lelah. Jika terganggu, tubuh menjadi tidak sinkron dengan lingkungan sekitar.
Akibatnya, kata Mian, seseorang mungkin tidur lebih banyak ada siang hari dan terjaga pada malam hari. Perubahan ini sering dikaitkan dengan kebingungan dan perubahan perilaku.
3. Mengigau
Kondisi ini dikenal sebagai Gangguan Perilaku Tidur (Sleep Behaviour DIsorder) REM. Mian mengatakan, memperagakan mimpi secara fisik, alias mengigau, berpotensi menjadi tanda awal demensia tertentu, khususnya demensia tubuh Lewy dan Parkinson.
Penderitanya bisa berteriak, mengumpat, meninju, hingga melompat dari tempat tidur. Ini sering kali merupakan respons terhadap mimpi yang menakutkan.
4. Sering Berkeliaran di Malam Hari
Bangun dan berkeliling rumah pada malam hari dalam keadaan bingung bisa menjadi gejala demensia. Saat ini terjadi, ritme sirkadianmu terganggu dan tubuh merasa gelisah. Pikiran mungkin lebih aktif, sehingga menyebabkan kurangnya waktu istirahat.
masalah tidur bukan berarti seseorang pasti menderita demensia. Jika kamu mengalami gangguan tidur berkelanjutan dan dibarengi perubahan ingatan, segera periksa ke ahli saraf. (*)
Sebaliknya, jika hanya ada gangguan tidur tanpa efek lain, berkonsultasi dengan spesialis tidur adalah cara terbaik untuk mengatasi keluhanmu.









