BI All Out Stabilkan Rupiah, Perry Warjiyo Pastikan Cadangan Devisa Masih Kuat

Keuangan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Gubernur Perry Warjiyo memastikan Bank Indonesia menjalankan tujuh langkah stabilisasi rupiah secara maksimal di tengah tekanan dolar Amerika Serikat (AS).

Perry menegaskan kebijakan tersebut bukan agenda rutin, melainkan strategi besar untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Perry menyampaikan pernyataan itu dalam rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ia merespons sejumlah pandangan ekonom yang menilai langkah BI hanya bagian dari kebijakan biasa.

“Ini bukan business as usual. Tujuh langkah itu kami jalankan secara all out,” ujar Perry.

BI juga mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada April 2026. Perry mengatakan keputusan tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.

BI Gunakan Cadangan Devisa untuk Jaga Stabilitas Rupiah

Perry menjelaskan BI memiliki dana yang cukup besar untuk menjaga pergerakan rupiah di pasar keuangan. Bank sentral memanfaatkan cadangan devisa untuk intervensi di pasar valuta asing, termasuk transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) domestik dan offshore.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Level Rp17.336 per Dolar AS pada Kamis 7 Mei 2026

Menurut Perry, posisi cadangan devisa Indonesia saat ini mencapai US$148,2 miliar. Nilai tersebut masih sangat aman untuk menopang kebutuhan stabilisasi pasar.

“Cadangan devisa kami lebih dari cukup,” kata Perry.

Ia menjelaskan BI mengumpulkan devisa saat arus modal asing masuk deras ke Indonesia. Saat tekanan keluar modal meningkat, BI langsung memakai cadangan tersebut untuk menjaga stabilitas rupiah.

“Kami kumpulkan saat inflow besar. Saat outflow meningkat, kami gunakan untuk menjaga stabilitas,” jelasnya.

Faktor Global dan Musiman Tekan Rupiah

Perry mengungkapkan dua faktor utama yang membuat rupiah masih melemah terhadap dolar AS.

Faktor pertama berasal dari kondisi global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong investor memburu dolar AS sebagai aset aman. Kondisi itu membuat banyak mata uang dunia mengalami tekanan, termasuk rupiah.

Baca Juga :  Rusia Peringatkan Harga Minyak Dunia Bisa Melonjak Akibat Serangan Ukraina

Faktor kedua berasal dari tingginya permintaan dolar di dalam negeri. Perry menyebut kebutuhan valuta asing meningkat karena musim ibadah umrah dan haji, pembayaran utang luar negeri, hingga repatriasi dividen perusahaan.

Meski begitu, BI tetap optimistis mampu menjaga kestabilan rupiah melalui koordinasi bersama pemerintah.

“Bank Indonesia terus all out menjaga rupiah dan kami mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” tegas Perry.

Rupiah Melemah 4,24 Persen Sejak Awal Tahun

Data Bloomberg menunjukkan nilai tukar rupiah melemah 0,31 persen ke level Rp17.387 per dolar AS pada perdagangan Jumat (8/5) pukul 11.20 WIB.

Sepanjang tahun 2026, rupiah tercatat telah melemah sekitar 4,24 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu, ekonom Harvard Kenneth Rogoff menilai dominasi dolar AS mulai mendekati puncaknya. Namun, negara berkembang masih membutuhkan instrumen keuangan baru untuk mendukung transisi menuju sistem keuangan global yang lebih multipolar. (Pro)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Sinyal The Fed
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 29 Juli 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.087 per Dolar AS Pagi Ini
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Berita Terbaru

Artikel

Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:58 WIB