Okepost.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (2/7/2026) dengan penguatan. Pada awal sesi, indeks naik 0,63% atau bertambah 36,13 poin ke level 5.731,25.
Aktivitas perdagangan juga bergerak cukup aktif dengan volume mencapai 636,4 juta saham dan nilai transaksi sekitar Rp500,9 miliar. Kapitalisasi pasar ikut meningkat menjadi Rp10.059 triliun.
Penguatan indeks didukung sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham BBCA memimpin kenaikan dengan penguatan 2,68% ke Rp5.750. BBRI juga naik 0,37% ke Rp2.680, sementara AMMN menguat 2,18% dan ASII bertambah 0,65%.
Di sisi lain, beberapa saham besar bergerak melemah. BREN turun 0,30%, BYAN terkoreksi 0,43%, sedangkan TLKM melemah 0,41%.
Subjudul 2: Data Ekonomi Masih Menekan Sentimen Pasar
Meski indeks bergerak positif, pelaku pasar masih mencermati sejumlah data ekonomi terbaru yang dinilai dapat menekan sentimen investasi.
Indeks S&P Global Manufacturing PMI Indonesia tercatat turun ke level 46,9 pada Juni 2026 dari posisi 50 pada Mei. Angka tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur kembali mengalami kontraksi akibat melemahnya pesanan baru dan penurunan ekspor.
Selain itu, Indonesia juga mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Kondisi tersebut menjadi defisit pertama dalam beberapa tahun terakhir.
Ekspor tercatat turun 5,73% secara tahunan, sedangkan impor tumbuh 22,16%. Peningkatan impor migas menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan impor nasional.
Analis memperkirakan IHSG berpotensi bergerak terbatas pada kisaran 5.600 hingga 5.800 sambil menunggu sentimen baru dari data ekonomi dan pergerakan pasar global.(Pro)









