Okepost.id – Harga emas Pegadaian hari ini Rabu 20 Mei 2026 untuk harga UBS, Antam, dan Galeri24 kompak naik masing-masing ke Rp 2.845.000, Rp 2.887.000, dan Rp 2.782.000 per gram.xdy Harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah. Adapun harga tiga jenama emas itu di Pegadaian pada Selasa (19/5/2026) kemarin yakni UBS Rp 2.788.000, Antam Rp 2.861.000, dan Galeri24 Rp 2.756.000 per gram.
Untuk Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram, emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram. Sementara harga emas antam di Sahabat Pegadaian hanya ditampilkan dari 0,5 hingga 100 gram.
Untuk harga emas antam di laman resmi Logam Mulia, diperbarui setelah pukul 08.30 WIB.
Berikut daftar lengkap harga emas di Pegadaian hari ini Rabu (20/5/2026), seperti dikutip dari Antara:
Galeri24
- 0,5 gram: Rp1.460.000
- 1 gram: Rp2.782.000
- 2 gram: Rp5.499.000
- 5 gram: Rp13.644.000
- 10 gram: Rp27.216.000
- 25 gram: Rp67.674.000
- 50 gram: Rp135.242.000
- 100 gram: Rp270.349.000
- 250 gram: Rp674.214.000
- 500 gram: Rp1.348.427.000
- 1.000 gram: Rp2.696.852.000
Antam
- 0,5 gram: Rp1.496.000
- 1 gram: Rp2.887.000
- 2 gram: Rp5.712.000
- 3 gram: Rp8.541.000
- 5 gram: Rp14.201.000
- 10 gram: Rp28.344.000
- 25 gram: Rp70.729.000
- 50 gram: Rp141.376.000
- 100 gram: Rp282.671.000
UBS
- 0,5 gram: Rp1.538.000
- 1 gram: Rp2.845.000
- 2 gram: Rp5.645.000
- 5 gram: Rp13.949.000
- 10 gram: Rp27.749.000
- 25 gram: Rp69.237.000
- 50 gram: Rp138.191.000
- 100 gram: Rp276.273.000
- 250 gram: Rp690.477.000
- 500 gram: Rp1.379.334.000
Harga Emas Merosot Tertekan Keperkasaan Dolar AS
Diberitakan sebelumnya, harga emas dunia merosot 2% pada perdagangan Selasa. Keperkasaan mata uang dolar AS serta kekhawatiran inflasi yang berkepanjangan terus mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga acuan dan melambungkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury).
Analis dari Marex, Edward Meir, menjelaskan bahwa pelemahan emas kali ini dipicu oleh pergerakan serentak suku bunga di berbagai belahan dunia.
“Kita sedang melihat kenaikan suku bunga riil di banyak negara di seluruh dunia, dan hal itulah yang paling membebani emas saat ini. Dolar AS yang semakin kuat juga memberikan dampak negatif,” ujar Edward Meir.
Imbal hasil obligasi 10-tahun AS saat ini bertengger di dekat level tertinggi dalam satu tahun terakhir, bersamaan dengan indeks dolar AS yang terus menguat. Kedua instrumen ini melesat seiring antisipasi investor terhadap potensi perubahan kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) yang cenderung lebih ketat (hawkish) demi meredam inflasi akibat lonjakan harga energi. (*)









