Investor Institusi Diduga Keluar dari Kripto, Transaksi Jumbo ETF Bitcoin BlackRock Tembus US$1,26 Miliar

Pasar Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan setelah muncul transaksi jumbo pada ETF Bitcoin milik BlackRock yang memicu spekulasi mengenai keluarnya investor institusi dari sektor aset digital.

Transaksi bernilai US$1,26 miliar atau setara lebih dari Rp20 triliun tersebut terjadi di tengah gelombang arus dana keluar yang masih membayangi ETF bitcoin spot di Amerika Serikat.

Data yang dikutip dari CoinDesk menunjukkan sebanyak 29,21 juta saham iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock berpindah tangan melalui transaksi di luar bursa pada 26 Mei 2026.

Saham tersebut dijual dengan harga US$43,16 per unit, lebih rendah 2,3 persen dibanding harga pasar saat itu yang berada di level US$44,17.

Selisih harga tersebut membuat penjual harus menerima potongan nilai transaksi sekitar US$29,5 juta. Besarnya diskon memunculkan dugaan bahwa investor yang melakukan transaksi lebih mengutamakan kecepatan keluar dari pasar dibanding memperoleh harga terbaik.

Perusahaan investasi aset digital NYDIG menilai transaksi tersebut kemungkinan besar merupakan aksi pelepasan posisi oleh investor institusi berskala besar.

Kepala Riset Global NYDIG, Greg Cipolaro, menjelaskan sejumlah indikator menunjukkan transaksi itu tidak berkaitan dengan strategi basis trade yang selama ini banyak digunakan hedge fund untuk memanfaatkan selisih harga antara pasar spot dan kontrak berjangka bitcoin.

Baca Juga :  3 Altcoin yang Wajib Dipantau Akhir Pekan Ini, Ada Potensi Reli Besar

Menurut dia, tidak terdapat aktivitas signifikan pada pasar kontrak berjangka bitcoin di CME Group yang biasanya muncul ketika investor menutup posisi basis trade dalam jumlah besar.

NYDIG menghitung jumlah saham IBIT yang berpindah tangan setara dengan sekitar 3.700 kontrak futures bitcoin CME. Namun pada waktu transaksi berlangsung, hanya sekitar 91 kontrak yang tercatat diperdagangkan.

Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa transaksi tersebut merupakan aksi jual langsung oleh pemegang institusi dan bukan bagian dari strategi arbitrase yang melibatkan pasar futures.

“Besarnya transaksi, diskon eksekusi sebesar 2,3 persen, tidak adanya aktivitas futures CME yang terkait, serta terbatasnya jumlah penjual potensial memperlemah pandangan bahwa transaksi tersebut merupakan pelepasan basis trade secara bersamaan,” kata Greg Cipolaro dalam laporannya.

Tekanan terhadap pasar kripto juga terlihat dari kinerja ETF bitcoin spot di Amerika Serikat. Berdasarkan data SoSoValue, produk investasi tersebut mencatat arus dana keluar bersih secara beruntun sepanjang periode 15 hingga 29 Mei 2026.

Baca Juga :  Coinbase Tegaskan Stablecoin Privat Aman, Dorong Pengesahan CLARITY Act di AS

Akibat tren outflow tersebut, total aset kelolaan ETF bitcoin spot AS menyusut dari US$107,75 miliar menjadi US$94,17 miliar hanya dalam kurun waktu dua pekan.

Sementara itu, harga bitcoin juga belum mampu menunjukkan pemulihan yang signifikan. Sepanjang tahun 2026, aset kripto terbesar di dunia itu telah mengalami koreksi sekitar 16 persen.

Di sisi lain, pasar saham dan komoditas justru mencatat kinerja yang lebih baik. Banyak investor memilih mengalihkan dana ke instrumen investasi yang dinilai menawarkan peluang imbal hasil lebih menarik dengan tingkat risiko yang lebih terukur.

Pergerakan dana keluar dari ETF bitcoin serta transaksi jumbo pada produk investasi milik BlackRock kini menjadi perhatian pelaku pasar. Mereka menilai langkah investor institusi akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan arah pasar kripto dalam beberapa bulan mendatang.

Jika tekanan arus dana keluar terus berlanjut, volatilitas bitcoin berpotensi meningkat. Namun, sebagian analis juga melihat kondisi tersebut sebagai peluang akumulasi bagi investor yang masih optimistis terhadap prospek jangka panjang aset digital.(Pro)

Berita Terkait

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun
Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas
Rekomendasi Kripto Hari Ini: VIRTUAL dan ROBO Berpeluang Melonjak, Simak Target Harganya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:13 WIB

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:45 WIB

Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:58 WIB

IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS

Berita Terbaru