Okepost.id – Di tengah jadwal anak yang semakin padat dengan sekolah, les, dan berbagai kegiatan terstruktur, psikolog anak justru menilai ada satu aktivitas sederhana yang sering terlupakan, padahal manfaatnya sangat besar bagi tumbuh kembang anak. Menariknya, aktivitas tersebut bukan kursus akademik, bukan pula kegiatan yang membutuhkan biaya mahal.
Tiga psikolog anak sepakat bahwa bermain bebas di luar ruangan bersama teman-teman merupakan hobi terbaik yang bisa dimiliki anak. Menurut mereka, aktivitas ini membantu anak mengembangkan keterampilan sosial, kreativitas, kemandirian, hingga kemampuan mengelola stres secara bersamaan.
Mengapa bermain di luar ruangan dianggap yang terbaik?
Psikolog Caitlin Slavens menjelaskan bahwa hobi berbeda dengan aktivitas yang berorientasi pada pencapaian. “Hobi adalah aktivitas atau minat yang dilakukan anak karena mereka benar-benar menikmatinya,” kata Slavens.
Menurutnya, bermain bebas di luar ruangan membantu perkembangan regulasi emosi, kreativitas, kesehatan fisik, kemandirian, ketahanan mental, serta kemampuan bersosialisasi. Direktur kesehatan mental Audrey Hepburn Children’s House di Hackensack University Medical Center, Brett A. Biller, mengatakan lingkungan luar ruangan menawarkan pengalaman yang sulit digantikan oleh aktivitas di dalam ruangan. Menurut Biller, alam menghadirkan ruang yang terus berubah sehingga anak dapat mengeksplorasi berbagai hal secara lebih bebas.
Sementara itu, Schiff menjelaskan bahwa bermain di luar ruangan juga mendukung perkembangan sensorik dan membantu anak melepaskan stres.
Anak juga butuh waktu yang tidak diatur orang dewasa
Menurut para psikolog, salah satu alasan bermain bebas begitu penting adalah karena aktivitas ini tidak selalu dikendalikan oleh orang dewasa. Bermain bebas memberi anak kesempatan yang semakin langka, yaitu kesempatan untuk mengarahkan dirinya sendiri.
Biller juga mengingatkan bahwa terlalu banyak aktivitas yang diatur orang dewasa dapat mengurangi kesempatan anak untuk mengembangkan kesejahteraan emosional secara alami.
Bermain bersama teman punya manfaat tambahan
Selain bermain di luar ruangan, keberadaan teman sebaya juga menjadi faktor penting. Menurut Slavens, anak belajar keterampilan sosial paling efektif saat berinteraksi langsung dengan anak lain. Bermain bersama membantu mereka belajar membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh, berkompromi, menghadapi kekecewaan, mengelola konflik, dan memperbaiki hubungan,” katanya.
Hobi lain yang juga direkomendasikan psikolog
- Membaca, karena membantu mengembangkan imajinasi dan kecintaan terhadap cerita.
- Seni bela diri, yang dapat meningkatkan disiplin, kepercayaan diri, dan kemampuan mengendalikan diri.
- Menulis, untuk melatih kreativitas serta menjadi sarana mengekspresikan emosi. -Permainan strategi seperti catur, yang membantu mengasah kemampuan memecahkan masalah.
- Kegiatan seni seperti menggambar dan melukis untuk menyalurkan kreativitas. -Musik, yang mendukung konsentrasi, memori, regulasi emosi, dan rasa percaya diri.
Hobi yang perlu diwaspadai
Di sisi lain, psikolog juga mengingatkan beberapa aktivitas yang perlu mendapat perhatian jika dilakukan secara berlebihan. Salah satunya adalah pembuatan konten media sosial yang terlalu berfokus pada jumlah penonton, suka, atau pengikut. Schiff mengatakan kondisi tersebut dapat meningkatkan kecemasan, perfeksionisme, dan masalah kepercayaan diri pada anak.
Selain itu, bermain gim secara berlebihan juga dapat menjadi masalah.Lingkungan olahraga yang terlalu kompetitif juga perlu diawasi. Menurut Slavens, tekanan untuk selalu menang terkadang membuat anak kehilangan kesenangan dalam berolahraga dan justru menjadi cemas saat melakukan kesalahan.
Pada akhirnya, para psikolog sepakat bahwa hobi terbaik bukanlah yang paling mahal atau paling prestisius, melainkan aktivitas yang membuat anak menikmati prosesnya, merasa bebas bereksplorasi, dan berkembang sesuai minatnya sendiri. (*)









