Top Broker BEI Pekan Ini Dipimpin UBS Sekuritas, Transaksi Saham Capai Puluhan Triliun Rupiah

Posisi puncak daftar broker teraktif di Bursa Efek Indonesia selama sepekan terakhir berhasil ditempati UBS Sekuritas Indonesia, diikuti sejumlah perusahaan sekuritas besar yang mendominasi perdagangan saham.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei 2026

Okepost.id, Jakarta – Daftar broker dengan nilai transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan terakhir kembali didominasi oleh perusahaan sekuritas berskala besar.

Posisi teratas berhasil ditempati oleh UBS Sekuritas Indonesia yang mencatatkan nilai transaksi paling tinggi dibandingkan anggota bursa lainnya.

Berdasarkan data perdagangan pekan ini, aktivitas jual beli saham dalam jumlah besar masih banyak difasilitasi oleh broker yang melayani investor institusi dan investor asing. Kondisi tersebut tercermin dari tingginya nilai transaksi yang dibukukan sejumlah perusahaan sekuritas papan atas.

Posisi pertama dalam daftar top broker BEI sepekan ditempati UBS Sekuritas Indonesia dengan total nilai transaksi mencapai lebih dari Rp23 triliun.

Capaian tersebut menjadikan broker berkode AK tersebut sebagai perusahaan sekuritas paling aktif selama periode perdagangan yang berakhir pekan ini.

Di bawah UBS Sekuritas, posisi berikutnya ditempati Mandiri Sekuritas yang membukukan transaksi lebih dari Rp21 triliun. Sementara itu, Stockbit Sekuritas Digital berhasil masuk dalam tiga besar broker teraktif dengan nilai transaksi mendekati Rp20 triliun.

Baca Juga :  IHSG Melemah Jelang Libur Iduladha 2026, Bursa Efek Indonesia Kembali Dibuka 29 Mei

Dominasi broker besar juga diperlihatkan oleh Maybank Sekuritas Indonesia dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia yang turut mencatatkan aktivitas perdagangan dalam nilai signifikan. Kehadiran lima broker tersebut menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih banyak ditopang oleh transaksi investor berskala besar.

Selama sepekan, sejumlah saham berkapitalisasi besar diketahui menjadi fokus transaksi yang dilakukan broker-broker utama tersebut. Saham sektor perbankan, energi, dan komoditas masih tercatat sebagai instrumen yang paling banyak diperdagangkan oleh pelaku pasar.

Aktivitas broker dengan nilai transaksi jumbo umumnya dijadikan salah satu indikator oleh investor dalam mengamati arah pergerakan dana di pasar modal.

Namun demikian, data broker summary tidak dapat dijadikan acuan tunggal dalam menentukan keputusan investasi karena transaksi yang tercatat dapat berasal dari berbagai jenis nasabah dengan strategi yang berbeda.

Baca Juga :  MSCI Bekukan Rebalancing Saham GoTo, Terancam Dihapus dari Indeks pada Agustus 2026

Pergerakan broker besar juga kerap digunakan untuk memantau minat investor institusi terhadap saham-saham tertentu. Ketika aktivitas akumulasi dilakukan secara konsisten, perhatian pelaku pasar biasanya akan tertuju pada emiten yang menjadi sasaran transaksi tersebut.

Di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan, pelaku pasar tetap disarankan untuk mengedepankan analisis fundamental dan teknikal sebelum melakukan transaksi saham.

Informasi mengenai top broker dapat digunakan sebagai referensi tambahan dalam membaca sentimen pasar, namun keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.

Dengan nilai transaksi terbesar yang berhasil dibukukan selama sepekan terakhir, UBS Sekuritas Indonesia kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu broker paling dominan di pasar modal Indonesia.

Pergerakan broker-broker besar tersebut diperkirakan masih akan menjadi perhatian investor dalam mengamati arah perdagangan saham pada pekan berikutnya.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Bangkit 16,4 Persen Usai Koreksi Terdalam 18 Tahun, Analis: Baru Napas Buatan
MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal Indonesia, Investor Asing Waspadai Free Float dan Arus Informasi
IHSG Menguat ke 6.198 Meski MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Pasar Indonesia
IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Pasar Tunggu Putusan MSCI yang Bisa Tentukan Arah Bursa
IHSG Ditutup Melemah 0,55 Persen, Saham TPIA, BREN dan DSSA Pimpin Penurunan
IHSG Melonjak 4 Persen, Rupiah Menguat dan Investor Lokal Borong Saham Unggulan
Perdamaian AS-Iran Picu Optimisme Pasar, IHSG dan Saham Konglomerat Berpotensi Menguat
IHSG Melonjak 7,38 Persen dalam Sepekan, BBCA hingga BREN Tercatat Jadi Penopang Utama Penguatan Indeks
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:46 WIB

IHSG Bangkit 16,4 Persen Usai Koreksi Terdalam 18 Tahun, Analis: Baru Napas Buatan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:30 WIB

MSCI Soroti Transparansi Pasar Modal Indonesia, Investor Asing Waspadai Free Float dan Arus Informasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:02 WIB

IHSG Menguat ke 6.198 Meski MSCI Turunkan Penilaian Transparansi Pasar Indonesia

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:09 WIB

IHSG Berpotensi Bergerak Volatil, Pasar Tunggu Putusan MSCI yang Bisa Tentukan Arah Bursa

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:43 WIB

IHSG Ditutup Melemah 0,55 Persen, Saham TPIA, BREN dan DSSA Pimpin Penurunan

Berita Terbaru

Otomotif

Harga Terbaru Hyundai Tucson Hybrid Tahun 2026, Harganya Segini

Minggu, 21 Jun 2026 - 12:47 WIB