Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Nilai tukar rupiah berhasil mengawali perdagangan pekan ini di zona hijau terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan Senin (3/8/2026), rupiah terapresiasi sebesar 0,22% ke posisi Rp17.950/US$.

Penguatan tersebut melanjutkan momentum positif pada perdagangan sebelumnya. Pada Jumat (31/7/2026), mata uang Garuda ditutup menguat 0,47% ke level Rp17.990/US$ dan berhasil kembali bergerak di bawah level psikologis Rp18.000/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,22% ke posisi 99,697. Pergerakan rupiah pada awal pekan ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen baik dari dalam maupun luar negeri. Dari eksternal, mata uang Garuda mendapatkan angin segar dari pelemahan indeks dolar AS.

Tekanan terhadap greenback terjadi setelah Jepang dan AS melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing untuk menopang yen yang berada di sekitar posisi terlemahnya dalam 40 tahun terakhir. Kementerian Keuangan Jepang mengonfirmasi intervensi pembelian yen bersama pada Jumat pekan lalu. Data Bank of Japan (BOJ) juga menunjukkan Jepang kemungkinan membeli yen senilai US$58,97 miliar pada Kamis.

Baca Juga :  Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS, Gejolak Global dan Defisit Dagang Jadi Pemicu

Langkah tersebut mendorong yen menguat 1% hingga menyentuh 156,01 per dolar AS pada perdagangan Asia pagi ini. Dalam dua hari perdagangan terakhir pekan lalu, yen telah melonjak lebih dari 3%. Penguatan yen ikut menekan dolar AS. DXY tercatat merosot lebih dari 1,5% sepanjang pekan lalu dan kembali bergerak di bawah level 100 pada perdagangan pagi ini.

Selain itu, pelaku pasar tengah menantikan pengumuman data inflasi Juli 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini. Dari 12 institusi memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami inflasi sebesar 0,11% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Juli.

Secara tahunan, inflasi diperkirakan mencapai 3,2%. Sementara inflasi inti diproyeksikan berada di level 2,77% secara tahunan. Pada Juni, Indonesia mencatat inflasi sebesar 0,44% secara bulanan dan 3,34% secara tahunan. Inflasi inti tercatat 2,76% secara tahunan, sedangkan kelompok harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 1,41% secara bulanan.

Baca Juga :  Saldo DANA Gratis Rp331.000 Viral di 2026, Ini Cara Klaim Lewat Fitur DANA Kaget

Hasil polling tersebut menunjukkan inflasi umum diperkirakan melandai secara bulanan maupun tahunan. Berbeda dengan inflasi umum, inflasi inti diproyeksikan naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya. Meredanya tekanan inflasi terutama ditopang oleh penurunan harga sejumlah komoditas pangan. Tim Office of Chief Economist Bank Mandiri memperkirakan kelompok volatile food mengalami deflasi 1,12% secara bulanan, berbalik dari inflasi 0,14% pada Juni.

“Kami memperkirakan harga volatile food turun 1,12% secara bulanan, terutama didorong oleh penurunan harga cabai merah dan bawang merah setelah memasuki puncak musim panen,” tulis Tim Office of Chief Economist Bank Mandiri. Data inflasi Juli nantinya akan menjadi salah satu bahan pertimbangan Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan moneter ke depan. Selain inflasi, BI juga akan mencermati stabilitas rupiah, perkembangan ekonomi global, dan arus modal asing sebelum mengambil keputusan suku bunga.(*)

Berita Terkait

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026
Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780
Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini
Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Sinyal The Fed
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 29 Juli 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.087 per Dolar AS Pagi Ini
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS, Gejolak Global dan Defisit Dagang Jadi Pemicu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.878 per Dolar AS Pagi Ini, Kamis 13 Agustus 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah 0,17%, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.780

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Rupiah Menguat 0,36%, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia Pagi Ini

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:50 WIB

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.935 per Dolar AS

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Senin 03 Agustus 2026, Rupiah Dibuka Perkasa, Dolar AS Turun ke Rp17.950

Berita Terbaru

Teknologi

Realme 16x Resmi Meluncur, Baterai 7.000 mAh dan Layar 144Hz

Kamis, 13 Agu 2026 - 14:50 WIB