Okepost.id, Jakarta – Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian soal rencana peralihan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu melalui tes menuai protes dari Aliansi R2 R3 Indonesia.
Ketua Umum Aliansi R2 R3 Indonesia Faisol Mahardika mengatakan pernyataan tersebut kembali memicu kegaduhan di kalangan PPPK paruh waktu.
Menurut Faisol, keterangan Tito berbeda dengan penjelasan yang sebelumnya disampaikan Kementerian PANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“MenPANRB Rini Widyantini dan Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrullah selalu bilang proses peralihan PPPK paruh waktu hanya sebatas verifikasi data saja,” ujar Faisol kepada JPNN, Jumat (18/9/2026).
Faisol menilai jika proses peralihan tetap menggunakan tes, mekanisme tersebut lebih tepat disebut seleksi, bukan perubahan status.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pernyataan antarpejabat pemerintah dapat menimbulkan kebingungan dan mengurangi kepercayaan PPPK terhadap kebijakan pemerintah.
Faisol kemudian menyinggung pertemuan pimpinan forum PPPK dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan Mensesneg Prasetyo Hadi pada 7 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Prasetyo disebut menyampaikan bahwa peralihan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu tidak melalui tes, melainkan melalui verifikasi data.
Karena itu, Faisol meminta pemerintah memberikan penjelasan yang konsisten mengenai mekanisme peralihan tersebut agar tidak menimbulkan polemik baru di kalangan PPPK paruh waktu. (Pro)









