Bursa Saham Korsel Ambrol, Indeks Kospi Anjlok 6,12 Persen akibat Aksi Jual Investor Asing

Bursa Saham

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi bursa saham

Gambar ilustrasi bursa saham

Okepost.id, Jakarta – Bursa saham Korea Selatan mengalami tekanan besar pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026. Indeks Korea Composite Stock Price Index (Kospi) jatuh 6,12 persen setelah investor asing melakukan aksi jual besar-besaran pada saham teknologi unggulan.

Mengutip laporan kantor berita Yonhap, indeks Kospi turun 488,23 poin dan ditutup di level 7.493,18. Penurunan tajam itu terjadi hanya beberapa saat setelah indeks sempat menyentuh level tertinggi intraday di posisi 8.046,78.

Koreksi drastis tersebut sekaligus menghapus reli besar pasar saham Korea Selatan yang sebelumnya ditopang lonjakan saham teknologi dan sektor semikonduktor berkat booming kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Saham Teknologi Jadi Sasaran Aksi Jual

Aksi jual terbesar terjadi pada saham perusahaan teknologi raksasa seperti Samsung Electronics dan SK hynix.

Investor asing memilih mengambil keuntungan atau profit taking setelah kedua saham tersebut mencatat kenaikan signifikan selama reli AI global berlangsung.

Baca Juga :  Pakar Soroti Persaingan AGI Sam Altman vs Elon Musk yang Kian Memanas dan Berisiko Tidak Sehat

Analis menilai lonjakan saham teknologi sebelumnya telah mendorong valuasi pasar ke level tinggi sehingga memicu aksi ambil untung besar-besaran saat sentimen pasar mulai berubah.

Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih sebesar 5,6 triliun won dan memperpanjang tren net sell selama tujuh hari berturut-turut. Investor institusi juga melepas saham senilai 1,7 triliun won.

Di sisi lain, investor ritel justru memanfaatkan koreksi tajam dengan melakukan pembelian saham senilai 7,2 triliun won.

Musim Laporan Keuangan dan Geopolitik Tekan Pasar

Analis Daishin Securities Lee Kyoung-min menyebut berakhirnya musim laporan keuangan kuartal I/2026 ikut memperbesar aksi ambil untung jangka pendek.

Menurutnya, ekspektasi terhadap kinerja emiten teknologi dinilai telah mencapai puncak sehingga investor mulai mengurangi eksposur pada saham berisiko tinggi.

Selain faktor teknikal, sentimen geopolitik global turut memperburuk kondisi pasar. Laporan media internasional menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait Iran setelah kunjungan kenegaraan ke China.

Baca Juga :  Top Losers Pekan Ini: ASPR Anjlok 37,85%, APIC dan LCKM Ikut Terseret

Pernyataan tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ketegangan geopolitik itu ikut mendorong kenaikan harga minyak dunia dan meningkatkan tekanan terhadap pasar saham Asia.

Ketergantungan Ekspor Teknologi Jadi Sorotan

Korea Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan ketergantungan tinggi terhadap ekspor sektor teknologi dan semikonduktor. Karena itu, perubahan sentimen global sangat cepat memengaruhi pergerakan pasar saham negara tersebut.

Tekanan terhadap saham teknologi dinilai berpotensi berlanjut apabila investor global masih memilih mengurangi aset berisiko di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik dunia.

Meski demikian, sejumlah analis menilai koreksi tajam ini juga membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk kembali masuk ke saham teknologi unggulan dengan valuasi yang lebih menarik.(Pro)

Berita Terkait

IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL
IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545
IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan
MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar
BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%
Pasar Saham Indonesia Masih Murah, Investor Pilih Wait and See Meski Valuasi Menarik
Prediksi IHSG Pekan Depan: Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Rekomendasi Saham ARCI, BMRI, PGAS, ELSA, dan TAPG
IHSG Dibuka Menguat ke 5.963,83, Saham BBCA, BBRI, dan BRPT Pimpin Kenaikan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:48 WIB

IHSG Berpotensi Terkoreksi Hari Ini, Analis Rekomendasikan BBRI, BRPT, EMAS, dan EXCL

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:25 WIB

IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.358, Analis Proyeksikan Peluang Naik hingga 6.545

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:51 WIB

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas Hari Ini, Analis Unggulkan 4 Saham Pilihan

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:33 WIB

MSCI Ubah Aturan Saham EPI, Peluang Masuk Indeks Global Kini Lebih Besar

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13 WIB

BEI Perbarui Daftar Saham HSC, Tujuh Saham Bank Masuk dengan Kepemilikan di Atas 90%

Berita Terbaru

INVESTASI

Daftar Harga Emas Pegadaian Galeri 24 di HUT RI ke 81

Senin, 17 Agu 2026 - 12:13 WIB