Okepost.id, Jakarta – Indeks Bisnis-27 dibuka melemah pada perdagangan akhir pekan Jumat, 29 Mei 2026. Meski indeks terkoreksi pada awal sesi, sejumlah saham unggulan seperti DEWA, BUMI, hingga MIKA masih mencatatkan penguatan signifikan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dan Harian Bisnis Indonesia itu turun 1,35 persen ke level 430,41 saat pembukaan perdagangan.
Dari total 27 saham konstituen, sebanyak 10 saham bergerak menguat, 15 saham melemah, dan dua saham stagnan.
Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menjadi pemimpin penguatan dengan kenaikan 4,24 persen ke level Rp344 per saham. Posisi berikutnya ditempati PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 4,22 persen menjadi Rp173.
Selain itu, saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) juga menguat 3,64 persen ke Rp1.710. Adapun PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) turut naik 3,31 persen ke level Rp625.
Penguatan juga terjadi pada sejumlah saham lainnya, seperti PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang naik 1,68 persen menjadi Rp484. Kemudian PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 1,61 persen ke Rp7.900.
Sementara itu, saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) naik 1,55 persen ke Rp1.310 dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) bertambah 0,87 persen ke level Rp2.320.
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun paling dalam dengan koreksi 5,18 persen ke Rp2.930.
Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) ikut melemah 5,04 persen menjadi Rp1.130. Kemudian PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) turun 4,24 persen ke Rp4.290 dan PT Astra International Tbk. (ASII) melemah 3,61 persen menjadi Rp4.940.
Tekanan juga terjadi pada saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang turun 3,19 persen ke Rp1.215. Selanjutnya PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turun 2,52 persen ke Rp775, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 2,09 persen ke Rp5.850, dan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turun 2,04 persen menjadi Rp4.790.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memperkirakan pergerakan IHSG masih berada dalam tren konsolidasi melemah pada perdagangan hari ini.
Ia menyebut area resistance IHSG berada di level 6.240, sedangkan support berada di level 6.060.
“Secara teknikal, IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren konsolidasi melemah dengan area resistance di 6.240 dan support di 6.060,” ujar Reza dalam riset hariannya, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, pelaku pasar juga akan mencermati tekanan nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp16.800 per dolar AS. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mendorong arus keluar modal asing atau capital outflow lebih lanjut.
Selain itu, effective date rebalancing MSCI yang berlangsung pada penutupan perdagangan hari ini diperkirakan meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.(Pro)









