Okepost.id – Kerap mengantuk dan merasa lemas saat berpuasa? Bisa jadi ada yang salah dengan pilihan menu berbuka dan sahur.
Untuk mengatasinya, ahli gizi IPB University sekaligus pakar Nutrition and Food Safety, Prof Ahmad Sulaeman menyebut kurma dan kedelai terutama dalam bentuk tempe, sebenarnya menjadi kombinasi pangan yang pas dikonsumsi di momen Ramadan. Bukan tanpa sebab, keduanya bisa menjadi sumber energi saat puasa seharian.
Dalam hitungan 100 gram kurma, terkandung sekitar 299 kalori. Kurma juga mengandung 63,35 gram gula, 8 gram serat, 2,45 gram protein, serta kalium yang cukup tinggi.
Sementara itu, 100 gram tempe segar mengandung sekitar 200 kalori dengan 18 hingga 20 gram protein, 8 gram karbohidrat, 8 hingga 9 gram lemak, serta 14 gram serat. Tempe juga kaya mineral seperti zat besi, magnesium, kalsium, fosfor, dan kalium.
“Kalori kurma lebih tinggi, sedangkan tempe lebih tinggi protein. Idealnya porsi tempe lebih banyak dan kurma secukupnya,” sebut Prof Ahmad.
Prof Ahmad menjelaskan kurma mengandung polifenol dengan aktivitas antioksidan yang dapat membantu menghambat enzim alfa-amilase dan alfa-glukosidase, sehingga berpotensi mendukung pengelolaan diabetes.
Sementara tempe dinilai lebih aman karena rendah indeks glikemik, tinggi protein, dan tidak memicu lonjakan gula darah. Bahkan, konsumsi tempe dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.
“Tempe memberi rasa kenyang lebih lama dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah signifikan, selama asupan kalori harian tetap terkontrol,” jelasnya.
Untuk sahur dan berbuka, keduanya bisa diolah menjadi berbagai menu, seperti smoothie kurma-tempe, sandwich tempe-kurma, atau dikombinasikan dengan tahu dan susu kedelai.(*)









