Kenapa Wanita Paling Banyak Kekurangan Vitamin D Dibanding Laki-Laki?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 22 Februari 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Kekurangan vitamin D ternyata masih menjadi masalah kesehatan yang sangat umum, terutama di kalangan wanita. Meski bisa diperoleh dari sinar matahari, banyak perempuan tetap tidak mendapatkan kadar vitamin D yang cukup dalam tubuh mereka.

Vitamin D memiliki peran penting dalam tubuh. Nutrisi ini membantu penyerapan kalsium untuk menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta berperan dalam fungsi otot dan saraf.

Namun, berbagai faktor biologis dan gaya hidup membuat wanita lebih rentan mengalami defisiensi dibanding pria. Tubuh memproduksi vitamin D saat kulit terpapar sinar ultraviolet B (UVB) dari matahari.

Baca Juga :  Punya Tampang Klasik, Honda CB Baru Bermesin 500 Cc 1-Silinder Ini Fiturnya Sudah Canggih

Namun, banyak orang, terutama wanita, menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan, menggunakan tabir surya, atau mengenakan pakaian yang menutup sebagian besar kulit. Faktor geografis juga berpengaruh. Mereka yang tinggal di wilayah dengan musim dingin panjang atau paparan matahari terbatas mengalami penurunan produksi vitamin D alami.

Tanpa paparan yang cukup, tubuh kesulitan memenuhi kebutuhan vitamin D-nya sendiri. Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan seperti ikan berlemak, misalnya salmon, tuna, sarden, kuning telur, hati, serta produk yang diperkaya seperti susu atau sereal tertentu.

Baca Juga :  Putri KW Naik Pangkat Usai Sumbang Medali SEA Games 2025

Wanita cenderung memiliki kadar vitamin D lebih rendah dibanding pria. Salah satu alasannya berkaitan dengan komposisi tubuh.

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, sehingga dapat “tersimpan” dalam jaringan lemak dan tidak selalu tersedia secara optimal dalam sirkulasi darah. Perubahan hormon, termasuk selama kehamilan dan menopause, juga dapat memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh.

1. Penurunan kepadatan tulang dan peningkatan risiko osteoporosis
2. Nyeri otot dan kelemahan
3. Gangguan sistem imun
4. Perubahan mood (dalam beberapa kasus). (*)

Berita Terkait

Mulai Januari 2027, PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan Pemerintah
PPPK 2027 Bakal Naik Status, PPPK Paruh Waktu Disebut Otomatis Jadi Penuh Waktu
Nama Nazali Lempo Muncul untuk Kejaksaan Agung, Begini Respons Sang Purnawirawan TNI
Beda Status Beda Alur, Ini Panduan Pengisian SKP 2026 Guru PNS, PPPK, dan Paruh Waktu
Guru PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, PPPK Paruh Waktu Disiapkan Jadi Penuh Waktu
Honorer Baru Tak Boleh Lagi? Pemerintah Mulai Tegas, Ini Arah Kebijakannya
Dasco Terima Data PPPK Paruh Waktu Nasional, DPR Siapkan Validasi untuk Kebijakan Status dan Karier
DPR Minta Pemerintah Gunakan Database BKN agar Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Tidak Kisruh
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:12 WIB

Mulai Januari 2027, PPPK Paruh Waktu Bakal Jadi Penuh Waktu? Ini Penjelasan Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 08:34 WIB

PPPK 2027 Bakal Naik Status, PPPK Paruh Waktu Disebut Otomatis Jadi Penuh Waktu

Minggu, 13 September 2026 - 14:19 WIB

Nama Nazali Lempo Muncul untuk Kejaksaan Agung, Begini Respons Sang Purnawirawan TNI

Jumat, 11 September 2026 - 12:48 WIB

Beda Status Beda Alur, Ini Panduan Pengisian SKP 2026 Guru PNS, PPPK, dan Paruh Waktu

Jumat, 11 September 2026 - 11:36 WIB

Guru PPPK Penuh Waktu Bisa Ikut Seleksi CPNS 2027, PPPK Paruh Waktu Disiapkan Jadi Penuh Waktu

Berita Terbaru