Pasar Kripto Diguncang Outflow Rp75 Triliun, Apa Penyebabnya?

Pasar Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Pasar aset kripto global kembali menghadapi tekanan setelah investor institusional melakukan penarikan dana besar-besaran selama tiga pekan berturut-turut.

Dalam sepekan terakhir, produk investasi kripto mencatat arus keluar dana (outflow) sebesar US$1,67 miliar atau sekitar Rp29,8 triliun.

Berdasarkan laporan CoinShares yang dirilis pada 1 Juni 2026, angka tersebut menjadi outflow terbesar kedua sepanjang tahun ini.

Secara kumulatif, dana yang keluar dari produk investasi kripto telah mencapai US$4,21 miliar atau sekitar Rp75 triliun dalam tiga minggu terakhir.

Gelombang penarikan dana tersebut turut menekan total aset kelolaan atau Assets Under Management (AUM) industri kripto menjadi US$141 miliar.

Nilai itu merupakan level terendah sejak awal April 2026 dan mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko.

Head of Research CoinShares, James Butterfill, menyebut ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset digital.

Sentimen negatif tersebut bahkan dinilai lebih kuat dibanding optimisme pasar terhadap perkembangan regulasi kripto melalui pembahasan CLARITY Act di Amerika Serikat.

Menurut Butterfill, kondisi pasar saat ini memiliki kemiripan dengan periode Januari hingga Februari 2026 ketika produk investasi kripto mengalami arus keluar dana selama lima pekan berturut-turut.

Bitcoin Catat Outflow Terbesar Sepanjang Tahun

Bitcoin menjadi aset digital yang paling terdampak dalam laporan terbaru CoinShares. Produk investasi berbasis Bitcoin mencatat outflow sebesar US$1,44 miliar atau sekitar Rp25,7 triliun hanya dalam satu pekan.

Baca Juga :  Ribuan ATM Bitcoin Tutup Massal, Operator Kripto Terbesar Tumbang Akibat Regulasi Baru

Jumlah tersebut menjadi arus keluar dana mingguan terbesar yang dialami Bitcoin sepanjang 2026. Dalam satu bulan terakhir, total dana yang keluar dari produk investasi Bitcoin mencapai US$2,4 miliar atau sekitar Rp42,8 triliun.

Meski demikian, secara year-to-date, produk investasi Bitcoin masih membukukan arus masuk dana bersih sebesar US$1,2 miliar.

Namun, tekanan jual yang terus berlanjut membuat total aset kelolaan Bitcoin turun menjadi US$114,6 miliar atau sekitar Rp2.045 triliun.

Tidak hanya Bitcoin, Ethereum juga mengalami tekanan yang cukup besar. Produk investasi berbasis Ether mencatat outflow sebesar US$257,3 juta atau sekitar Rp4,6 triliun dalam sepekan terakhir.

Sejak awal tahun, total dana yang keluar dari produk investasi Ethereum telah mencapai US$346 juta. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat investor terhadap aset kripto terbesar kedua di dunia masih belum pulih sepenuhnya.

Investor Mulai Selektif Memilih Altcoin

Laporan CoinShares juga menunjukkan bahwa minat investor terhadap altcoin semakin terbatas. Jika pekan sebelumnya terdapat sembilan aset digital yang mencatat inflow di atas US$1 juta, kini hanya lima aset yang mampu mempertahankan arus masuk dana positif.

XRP kembali menjadi altcoin dengan kinerja terbaik. Produk investasi berbasis XRP berhasil membukukan inflow sebesar US$20,3 juta atau sekitar Rp362 miliar.

Sementara itu, Hyperliquid (HYPE) mencatat arus masuk dana sebesar US$10,8 juta atau sekitar Rp193 miliar. Near Protocol (NEAR) juga menarik perhatian investor dengan inflow mencapai US$7,6 juta atau sekitar Rp136 miliar.

Baca Juga :  Strategy Borong Bitcoin Lagi, Ini 7 Aksi Pembelian BTC Terbesar Sepanjang Sejarah

Data tersebut mengindikasikan bahwa investor masih mencari peluang di sektor altcoin, tetapi hanya pada proyek yang memiliki fundamental kuat, utilitas nyata, dan momentum pasar yang positif.

Amerika Serikat Dominasi Arus Keluar Dana Kripto

Dari sisi geografis, Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar arus keluar dana produk investasi kripto global. Negara tersebut mencatat outflow sebesar US$1,63 miliar dalam periode satu pekan.

Angka tersebut sejalan dengan data SoSoValue yang menunjukkan ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mengalami arus keluar dana sebesar US$1,42 miliar dalam periode yang sama.

Selain Amerika Serikat, Jerman mencatat outflow sebesar US$25,7 juta. Swedia dan Hong Kong juga mengalami arus keluar dana masing-masing sebesar US$6,6 juta dan US$4,5 juta.

Di tengah tekanan global, Belanda menjadi satu-satunya negara yang masih mencatat inflow di atas US$1 juta dengan nilai mencapai US$1,3 juta. Namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai US$6,6 juta.

Arus keluar dana yang terus berlanjut menunjukkan investor institusional masih menerapkan strategi defensif di tengah ketidakpastian global.

Faktor geopolitik, kondisi ekonomi dunia, serta melemahnya permintaan terhadap produk investasi aset digital diperkirakan masih akan menjadi penentu arah pasar kripto dalam beberapa waktu ke depan. (Pro)

Berita Terkait

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun
Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas
Rekomendasi Kripto Hari Ini: VIRTUAL dan ROBO Berpeluang Melonjak, Simak Target Harganya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:13 WIB

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:45 WIB

Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:58 WIB

IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS

Berita Terbaru

Teknologi

Meluncur Agustus 2026, Harga Google Pixel 11 Dikabarkan Naik

Minggu, 26 Jul 2026 - 13:55 WIB