Rain Tembus Tiga Besar Prediction Market Dunia, Token RAIN Melonjak Tajam Jelang Piala Dunia 2026

Pasar Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 28 Mei 2026 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi harga saham

Gambar ilustrasi harga saham

Okepost.id, Jakarta – Platform prediction market berbasis blockchain, Rain Foundation, berhasil mencuri perhatian pasar kripto global setelah masuk dalam jajaran tiga besar prediction market dunia berdasarkan total value locked (TVL). Posisi tersebut diraih setelah Rain Foundation menyuntikkan likuiditas senilai US$100 juta ke dalam protokol mereka.

Lonjakan likuiditas itu langsung berdampak pada performa token RAIN. Dalam waktu 24 jam, harga RAIN melesat hingga 64 persen dan mencetak rekor harga tertinggi baru di level US$0,01324. Kapitalisasi pasarnya kini telah menembus US$8,2 miliar.

Rain Menjadi Penantang Baru Polymarket dan Kalshi

Masuknya dana jumbo ke smart contract Rain membuat platform ini kini sejajar dengan dua pemain besar prediction market global, yakni Polymarket dan Kalshi.

Dana US$100 juta tersebut disalurkan dalam bentuk USDT dan token RAIN secara seimbang. Berdasarkan data dashboard on-chain Dune Analytics, TVL Rain kini mencapai US$125,4 juta dengan lebih dari 9.000 market aktif.

Langkah agresif Rain dinilai sebagai strategi untuk memperkuat likuiditas sebelum peluncuran Rain V2 dan momentum besar 2026 FIFA World Cup.

CEO Rain, Roy Shaham, menyebut prediction market diperkirakan akan mengalami lonjakan pengguna selama ajang sepak bola terbesar dunia tersebut berlangsung.

Baca Juga :  Strategy Borong Bitcoin Lagi, Ini 7 Aksi Pembelian BTC Terbesar Sepanjang Sejarah

“Piala Dunia diprediksi membawa perhatian global besar ke prediction market, dan Rain V2 dibangun untuk menghadapi lonjakan itu sejak hari pertama,” ujar Roy Shaham.

Rain V2 Hadir dengan Teknologi Baru

Rain V2 akan membawa sistem order book on-chain yang dirancang untuk trader ritel hingga market maker profesional. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan kecepatan transaksi dan memperdalam likuiditas pasar.

Selain itu, Rain juga memanfaatkan sistem berbasis AI untuk membantu proses pembuatan market, moderasi, klasifikasi, hingga penyelesaian hasil prediksi.

Platform ini dibangun di atas jaringan Arbitrum dan mendukung fitur abstraksi gas, deposit lintas chain, serta antarmuka multibahasa.

Momentum 2026 FIFA World Cup dianggap sangat potensial untuk mendongkrak volume prediction market. Pada edisi sebelumnya, Polymarket diketahui membuka ratusan market khusus terkait pertandingan Piala Dunia.

Harga RAIN Masuk Fase Price Discovery

Reli harga RAIN belum menunjukkan tanda melambat. Token ini kini diperdagangkan di kisaran US$0,0131 dengan volume perdagangan harian mencapai US$45 juta di MEXC.

Secara teknikal, RAIN berhasil menembus area resistance penting dan masuk fase price discovery. Target kenaikan berikutnya diperkirakan berada di area US$0,0163.

Baca Juga :  Harga Kripto Hari Ini Anjlok, Bitcoin Turun 7 Persen, Stellar dan Solana Memimpin Pelemahan

Meski begitu, sejumlah indikator momentum mulai menunjukkan kondisi jenuh beli. Relative Strength Index (RSI) harian tercatat berada di angka 91, yang menandakan pasar sedang dalam kondisi overbought.

Di sisi lain, Rain Foundation juga telah membakar sekitar 103 juta token RAIN. Langkah ini membantu mengurangi pasokan beredar sehingga memperkuat sentimen bullish di pasar.

Prediction Market Semakin Dilirik Investor Besar

Sektor prediction market kini berkembang menjadi salah satu kategori paling menarik di industri aset digital. Likuiditas yang terus meningkat membuat prediction market mulai dipandang sebagai instrumen investasi baru dengan mekanisme perdagangan mirip pasar saham.

Sejumlah investor institusi pun mulai masuk ke sektor ini. Bahkan DraftKings sebelumnya sempat menjalin kolaborasi dengan Polymarket untuk menjangkau pasar taruhan olahraga mainstream.

Dengan peluncuran Rain V2 yang semakin dekat dan hype 2026 FIFA World Cup yang terus meningkat, Rain kini menjadi salah satu proyek kripto yang paling banyak diperbincangkan di pasar prediction market global. (Pro)

Berita Terkait

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam
BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun
Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:13 WIB

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:45 WIB

Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

Berita Terbaru

Artikel

Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:58 WIB