Okepost.id, Jakarta – Perusahaan investasi yang dipimpin Michael Saylor, Strategy (sebelumnya MicroStrategy), kembali menjadi sorotan pasar kripto global karena agresif menambah kepemilikan Bitcoin (BTC). Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini tercatat melakukan pembelian besar secara berulang dengan nilai miliaran dolar AS.
Strategi akumulasi tersebut menjadikan Strategy sebagai salah satu pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia, sekaligus memengaruhi sentimen pasar kripto global.
Daftar 7 Pembelian Bitcoin Terbesar Strategy
Berikut rangkuman tujuh transaksi pembelian Bitcoin terbesar yang pernah dilakukan Strategy:
55.500 BTC (25 November 2024)
Ini menjadi pembelian terbesar sepanjang sejarah perusahaan dengan nilai sekitar US$5,4 miliar.
51.780 BTC (18 November 2024)
Dilakukan hanya selang beberapa hari, dengan total nilai sekitar US$4,6 miliar.
34.200 BTC (20 April 2026)
Salah satu akumulasi besar yang menelan dana sekitar US$2,54 miliar.
29.646 BTC (Desember 2020)
Menjadi awal langkah agresif Strategy dalam mengoleksi Bitcoin sebagai aset treasury.
27.200 BTC (11 November 2024)
Pembelian ini terjadi saat momentum pasar kripto menguat signifikan.
24.869 BTC (18 Mei 2026)
Nilainya lebih dari US$2 miliar dan didanai melalui instrumen keuangan perusahaan.
22.337 BTC (16 Maret 2026)
Menjadi salah satu pembelian jumbo terbaru dengan nilai sekitar US$1,57 miliar.
Strategi Akumulasi Jangka Panjang Bitcoin
Strategy tidak hanya melakukan pembelian satu kali, tetapi membangun posisi Bitcoin secara bertahap dan konsisten. Perusahaan ini memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, seperti penerbitan saham dan obligasi konversi, untuk memperbesar kepemilikan BTC.
Langkah ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset utama dalam neraca perusahaan dan menunjukkan meningkatnya kepercayaan institusi terhadap aset digital.
Dampak ke Pasar Kripto
Aksi pembelian besar-besaran oleh Strategy kerap menjadi sentimen positif di pasar. Investor menilai langkah tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai aset lindung nilai jangka panjang.
Namun, strategi ini juga membawa risiko tinggi karena volatilitas harga BTC yang masih cukup tajam. (Pro)









