Strategy Borong Bitcoin Lagi, Ini 7 Aksi Pembelian BTC Terbesar Sepanjang Sejarah

Pasar Kripto

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

Okepost.id, Jakarta – Perusahaan investasi yang dipimpin Michael Saylor, Strategy (sebelumnya MicroStrategy), kembali menjadi sorotan pasar kripto global karena agresif menambah kepemilikan Bitcoin (BTC). Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini tercatat melakukan pembelian besar secara berulang dengan nilai miliaran dolar AS.

Strategi akumulasi tersebut menjadikan Strategy sebagai salah satu pemegang Bitcoin institusional terbesar di dunia, sekaligus memengaruhi sentimen pasar kripto global.

Daftar 7 Pembelian Bitcoin Terbesar Strategy

Berikut rangkuman tujuh transaksi pembelian Bitcoin terbesar yang pernah dilakukan Strategy:

55.500 BTC (25 November 2024)
Ini menjadi pembelian terbesar sepanjang sejarah perusahaan dengan nilai sekitar US$5,4 miliar.

51.780 BTC (18 November 2024)
Dilakukan hanya selang beberapa hari, dengan total nilai sekitar US$4,6 miliar.

Baca Juga :  Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

34.200 BTC (20 April 2026)
Salah satu akumulasi besar yang menelan dana sekitar US$2,54 miliar.

29.646 BTC (Desember 2020)
Menjadi awal langkah agresif Strategy dalam mengoleksi Bitcoin sebagai aset treasury.

27.200 BTC (11 November 2024)
Pembelian ini terjadi saat momentum pasar kripto menguat signifikan.

24.869 BTC (18 Mei 2026)
Nilainya lebih dari US$2 miliar dan didanai melalui instrumen keuangan perusahaan.

22.337 BTC (16 Maret 2026)
Menjadi salah satu pembelian jumbo terbaru dengan nilai sekitar US$1,57 miliar.

Strategi Akumulasi Jangka Panjang Bitcoin

Strategy tidak hanya melakukan pembelian satu kali, tetapi membangun posisi Bitcoin secara bertahap dan konsisten. Perusahaan ini memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, seperti penerbitan saham dan obligasi konversi, untuk memperbesar kepemilikan BTC.

Baca Juga :  Pasar Kripto Diguncang Outflow Rp75 Triliun, Apa Penyebabnya?

Langkah ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset utama dalam neraca perusahaan dan menunjukkan meningkatnya kepercayaan institusi terhadap aset digital.

Dampak ke Pasar Kripto

Aksi pembelian besar-besaran oleh Strategy kerap menjadi sentimen positif di pasar. Investor menilai langkah tersebut sebagai sinyal kuat bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai aset lindung nilai jangka panjang.

Namun, strategi ini juga membawa risiko tinggi karena volatilitas harga BTC yang masih cukup tajam. (Pro)

Berita Terkait

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam
BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun
Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat
IPO SpaceX, OpenAI, dan Anthropic Ancam Likuiditas Kripto, Investor Berpotensi Alihkan Dana ke Saham AS
Harga Bitcoin Naik Tajam Hari Ini, Sinyal Pembelian dari Michael Saylor Picu Optimisme Pasar
DPR Sahkan Revisi UU P2SK 2026, OJK Resmi Perkuat Pengawasan Aset Kripto dan Bursa Komoditas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Brasil Perketat Aturan Kripto, Transaksi Lebih dari Rp 178 Juta Wajib Menunggu 24 Jam

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:13 WIB

BI Agresif Serap Likuiditas, Outstanding SRBI Tembus Rp1.072 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:52 WIB

Tren RWA Kripto Melonjak, Transparansi Jadi Kunci Membangun Kepercayaan Investor

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:45 WIB

Harga Bitcoin Naik ke Rp1,13 Miliar, Mayoritas Kripto Kompak Menguat

Berita Terbaru

Artikel

Resep Ati Ampela Rica-Rica, Pedas Gurih dan Bumbunya Meresap

Jumat, 14 Agu 2026 - 13:58 WIB