Okepost.id, Jakarta – Samsung Electronics berhasil mencetak tonggak sejarah baru di pasar modal Korea Selatan. Perusahaan teknologi dan semikonduktor terbesar di negeri ginseng itu kini menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Korea Stock Exchange (KRX) setelah nilainya menembus US$1 triliun.
Pencapaian tersebut muncul setelah saham Samsung melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Sepanjang sepekan, harga saham perusahaan naik lebih dari 21 persen seiring meningkatnya optimisme investor terhadap industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, kapitalisasi pasar Samsung mencapai KRW1.462,88 triliun atau setara sekitar US$1,15 triliun. Angka itu menjadi rekor baru bagi perusahaan yang berada di bawah kendali keluarga Lee tersebut.
Booming AI Dorong Saham Perusahaan Chip
Demam AI global mendorong permintaan chip memori dan semikonduktor berkapasitas tinggi. Kondisi ini memberikan keuntungan besar bagi produsen chip asal Korea Selatan seperti Samsung dan SK hynix.
Investor global terus memburu saham perusahaan teknologi yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan AI. Samsung memanfaatkan momentum tersebut lewat dominasi bisnis chip memori dan pusat data yang menjadi fondasi utama teknologi AI modern.
Saat ini, Samsung dan SK hynix menyumbang sekitar 44 persen dari total kapitalisasi pasar indeks KOSPI. Keduanya juga menjadi motor utama penguatan bursa saham Korea Selatan selama lima pekan terakhir.
Indeks KOSPI bahkan naik sekitar 12 persen hanya dalam beberapa pekan terakhir. Reli saham teknologi tersebut memperlihatkan tingginya minat investor terhadap sektor AI dan semikonduktor.
KOSPI Salip Bursa Inggris dan Kanada
Laporan Bloomberg menunjukkan nilai kapitalisasi pasar KOSPI kini mencapai sekitar US$4,59 triliun. Nilai tersebut melonjak 75,49 persen sejak awal tahun 2026.
Kenaikan itu membuat pasar saham Korea Selatan berhasil melampaui kapitalisasi pasar bursa saham Inggris dan Kanada. Lonjakan terbesar datang dari sektor teknologi, khususnya perusahaan produsen chip AI.
Samsung menjadi pusat perhatian investor global karena perusahaan tersebut memegang peran penting dalam rantai pasok industri AI dunia. Permintaan chip untuk server AI, cloud computing, dan pusat data terus meningkat sepanjang tahun ini.
IHSG Bergerak Berlawanan dengan KOSPI
Kinerja pasar saham Indonesia justru bergerak berbeda dibanding Korea Selatan. Berdasarkan data IDNFinancials.com, total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia masih berada di kisaran US$736 miliar atau sekitar Rp12.782 triliun.
Nilai kapitalisasi tersebut bahkan masih berada di bawah total valuasi Samsung. Jika dibandingkan, kapitalisasi pasar BEI hanya setara sekitar 64 persen dari nilai pasar Samsung saat ini.
Selain itu, IHSG masih mengalami tekanan sepanjang tahun 2026. Hingga awal Mei, IHSG tercatat turun sekitar 17,32 persen sejak awal tahun.
Penurunan tersebut menunjukkan perbedaan arah pergerakan pasar saham Indonesia dan Korea Selatan. Bursa Korea Selatan menikmati dorongan besar dari sektor AI dan teknologi, sementara pasar Indonesia masih menghadapi tekanan eksternal dan minimnya saham teknologi berkapitalisasi jumbo. (Pro)









