Mandi Junub Dulu atau Sahur Dulu? Ini Hukum dan Urutan Terbaiknya Menurut Syariat

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Dalam menjalankan ibadah puasa saat Ramadan, salah satu pertanyaan yang kerap memicu kebingungan adalah mandi junub dulu atau sahur dulu? “Jawabannya Singkat

Sahur Dulu Diperbolehkan

Junub adalah keadaan tidak suci (hadas besar) pada diri seorang Muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang disebabkan oleh keluarnya air mani. Baik karena mimpi basah maupun sengaja atau berhubungan seksual

Hal ini dilakukan terutama jika waktu yang tersisa sangat sempit. Mengutamakan sahur bertujuan agar Anda memiliki energi untuk menjalankan ibadah puasa seharian penuh.

Kesucian dari hadas besar (janabah) bukanlah syarat sah puasa, melainkan syarat sah salat.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, disebutkan bahwa:

Baca Juga :  Cara Membuat Bakwan Jagung Renyah dan Tetap Garing Meski Sudah Dingin

Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub karena berhubungan dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pandangan Ulama

Kesucian Bukan Syarat Sah Puasa

Syarat sah puasa di antaranya adalah beragama Islam, berakal, suci dari haid dan nifas bagi wanita, serta masuknya waktu puasa.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa seseorang yang masih dalam keadaan junub saat fajar tiba, maka puasanya tetap sah.

Adab Sahur saat Junub,Disunnahkan Berwudhu

Wudhu ini berfungsi untuk meringankan keadaan hadas besar (takhfif al-janabah) sehingga seseorang tidak benar-benar dalam kondisi “kotor” saat menikmati rezeki dari Allah SWT.

Baca Juga :  Makanan yang Harus Dihindari saat Buka Puasa, Hati-hati Bisa Alami Gangguan Pencernaan

Urutan yang Disarankan Jika Waktu Terbatas

– Niat: Tetapkan niat puasa di dalam hati.

– Bersuci Ringan: Cuci tangan dan bagian kemaluan, lalu lakukan wudhu seperti biasa.

– Sahur: Makan dan minum secukupnya untuk bekal puasa.

– Menunggu Subuh: Berhenti makan saat waktu Imsak/Subuh tiba.

– Mandi Wajib: Segera lakukan mandi junub (mandi wajib) dengan benar.

– Shalat Subuh: Menunaikan shalat Subuh dalam keadaan suci.

Keadaan junub tidak menghalangi keabsahan puasa seseorang, asalkan ia tetap melaksanakan mandi wajib sebelum waktu salat Subuh berakhir.(*)

Berita Terkait

Ide Usaha Ternak Hewan Kecil Bisa di Pekarangan Rumah Dengan Modal Yang Terjangkau
10 Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan Tubuh
Beberapa Sayuran dan Buah Paling Banyak Mengandung Mikroplastik
Cara Alami Menghilangkan Bau Badan dengan Efektif
Resep Tahu Crispy Yang Renyah, Gurih Dan Kriuk, Cocok Untuk Menu Berbuka Puasa
Cara Membuat Pempek Palembang Tanpa Ikan Yang lezat dan unik
Ayo Kunjungi Destinasi Wisata Kuliner Jambi yang Wajib Kamu Cicipi
Apakah Mencicipi Makanan Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
Berita ini 206 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:58 WIB

Ide Usaha Ternak Hewan Kecil Bisa di Pekarangan Rumah Dengan Modal Yang Terjangkau

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:42 WIB

10 Manfaat Kolang Kaling untuk Kesehatan Tubuh

Minggu, 1 Maret 2026 - 05:26 WIB

Beberapa Sayuran dan Buah Paling Banyak Mengandung Mikroplastik

Sabtu, 28 Februari 2026 - 13:42 WIB

Cara Alami Menghilangkan Bau Badan dengan Efektif

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:30 WIB

Mandi Junub Dulu atau Sahur Dulu? Ini Hukum dan Urutan Terbaiknya Menurut Syariat

Berita Terbaru

Gambar ilustrasi Cuti PNS dan PPPK

Nasional

Hak Cuti PNS dan PPPK Ternyata Berbeda, Ini Rinciannya

Minggu, 1 Mar 2026 - 17:08 WIB