Okepost.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memiliki pimpinan baru. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut sejak awal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pergantian ini menjadi sorotan publik karena latar belakang kedua tokoh yang berbeda, dari ahli serangga ke sarjana biologi.
Keputusan pergantian pimpinan diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada 2 Juni 2026.
Selain mengganti kepala lembaga, pemerintah juga melakukan perubahan pada jajaran wakil kepala BGN sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
Dadan Hindayana Dikenal Sebagai Ahli Entomologi
Sebelum memimpin BGN, Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi dan peneliti di bidang entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga. Ia merupakan dosen dan peneliti yang memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik, khususnya dalam bidang perlindungan tanaman dan ekologi serangga.
Selama menjabat sebagai Kepala BGN, Dadan bertanggung jawab mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting.
Nanik S. Deyang Naik dari Wakil Kepala Menjadi Kepala BGN
Nanik S. Deyang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Perempuan kelahiran 1968 tersebut memiliki latar belakang pendidikan biologi dan pengalaman panjang di dunia media serta organisasi politik sebelum bergabung dengan BGN.
Ia juga dikenal aktif melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Penunjukan Nanik dinilai memberikan kesinambungan terhadap program yang sudah berjalan karena ia telah terlibat dalam berbagai kebijakan strategis BGN sejak awal pembentukannya.
Evaluasi Kinerja Jadi Dasar Pergantian
Pemerintah menjelaskan bahwa pergantian pimpinan BGN merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap kinerja lembaga tersebut selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk tata kelola organisasi, pelaksanaan standar operasional, dan kualitas layanan program MBG.
Presiden Prabowo menilai BGN memiliki peran strategis dalam mendukung agenda peningkatan kualitas gizi nasional sehingga diperlukan langkah penyegaran kepemimpinan agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Tantangan Besar Menanti Kepala BGN Baru
Sebagai pimpinan baru, Nanik S. Deyang menghadapi tantangan untuk meningkatkan kualitas pengawasan Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia. Selain memastikan kualitas makanan dan keamanan pangan, BGN juga dituntut menjaga akuntabilitas penggunaan anggaran negara dalam program tersebut.
Keberhasilan program MBG menjadi salah satu indikator penting pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia pada masa mendatang.(Pro)









