Harga Emas Diprediksi Naik-Turun Pekan Depan, Ini Penyebabnya

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Okepost.id – Dalam survei mingguan yang melibatkan 15 analis, hanya 27% yang memprediksi harga emas akan naik pekan depan, sementara 20% memperkirakan penurunan. Sisanya, yakni 53%, melihat risiko harga emas cenderung seimbang dalam jangka pendek atau memilih untuk tidak mengambil posisi.

Berbanding terbalik dengan analis profesional, investor ritel justru menunjukkan optimisme yang lebih kuat. Dari 61 responden dalam jajak pendapat daring Kitco, sebanyak 59% memperkirakan harga emas akan naik, sementara 21% melihat potensi penurunan, dan 20% lainnya memperkirakan pergerakan konsolidasi.

Marc Chandler dari Bannockburn Global Forex menilai harga emas sempat pulih setelah tekanan sebelumnya, namun kembali melemah setelah pidato Presiden AS yang memicu ketidakpastian pasar.

Baca Juga :  Aturan Baru PPPK 2026: BKN Tegaskan Penghargaan dan Sanksi, Termasuk Potongan Gaji

Ia juga menyoroti adanya aksi jual emas oleh sejumlah negara, termasuk Turki, yang diduga untuk menopang stabilitas mata uang domestik.

Namun, Button juga mengingatkan adanya risiko tambahan dari sisi likuiditas global. Negara-negara pengimpor energi yang terdampak lonjakan harga minyak berpotensi menjual cadangan emas mereka untuk menjaga stabilitas ekonomi, yang bisa menekan harga dalam jangka pendek.

Analis dari CPM Group merekomendasikan investor untuk menahan diri sementara waktu, setidaknya hingga pertengahan April, dengan proyeksi harga emas bergerak di kisaran USD 4.100 hingga USD 4.850 per ons.

Baca Juga :  Mendagri Ungkap Strategi Penataan PPPK di Daerah, Pemda Diminta Stop Rekrut Honorer Baru

Pada saat penulisan, harga emas spot tercatat di USD 4.676,74 per ons, menguat 6,56% dalam sepekan, namun masih terkoreksi 1,71% secara harian.

Ke depan, pasar akan mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, mulai dari PMI jasa, pesanan barang tahan lama, risalah rapat The Fed, hingga data inflasi dan tenaga kerja. Kombinasi faktor fundamental dan geopolitik ini diperkirakan akan terus menjadi penentu arah harga emas dalam waktu dekat. (*)

Berita Terkait

Kabar Baik Guru PPPK, Tiga Skema Pengangkatan Disiapkan untuk 2027
Prabowo Terbang ke Riau Tinjau Langsung Penanganan Karhutla Sumatra
PPPK Guru Hampir 1 Juta, Apakah Bisa Jadi PNS pada 2027?
Guru PPPK Minta Alih Status Jadi PNS Tanpa Tes, Ini Alasannya
Ahli Gizi Ungkap Waktu Terbaik Konsumsi Karbohidrat untuk Menjaga Gula Darah
Guru PPPK Penuh Waktu Diambil Alih Pusat, APBD Daerah Diprediksi Lebih Longgar
PPPK Paruh Waktu Beralih Jadi Penuh Waktu, Ini Tahapan yang Berlaku
Guru PPPK Bakal Jadi ASN Pusat, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp31 Triliun
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Kabar Baik Guru PPPK, Tiga Skema Pengangkatan Disiapkan untuk 2027

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:37 WIB

Prabowo Terbang ke Riau Tinjau Langsung Penanganan Karhutla Sumatra

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:14 WIB

PPPK Guru Hampir 1 Juta, Apakah Bisa Jadi PNS pada 2027?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Guru PPPK Minta Alih Status Jadi PNS Tanpa Tes, Ini Alasannya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Guru PPPK Penuh Waktu Diambil Alih Pusat, APBD Daerah Diprediksi Lebih Longgar

Berita Terbaru

Poto ilustrasi

Nasional

PPPK Guru Hampir 1 Juta, Apakah Bisa Jadi PNS pada 2027?

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:14 WIB

Gambar ilustrasi

Nasional

Guru PPPK Minta Alih Status Jadi PNS Tanpa Tes, Ini Alasannya

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:50 WIB