Okepost.id – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengusulkan tambahan anggaran tahun 2026 sebesar Rp 24,8 triliun untuk sekolah keagamaan.
Nasaruddin menuturkan, tambahan anggaran tersebut difokuskan untuk upaya memperjuangkan kesetaraan kualitas pendidikan di Indonesia.
Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum,” kata Nasaruddin dalam keterangan ketika Rapat Tingkat Menteri (RTM) Bidang Pendidikan yang digelar secara daring bersama Kemenko PMK, dikutip dari siaran pers, Senin (6/4/2026).
Usulan tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan pada sejumlah program, di antaranya revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp 13,7 triliun, digitalisasi pembelajaran sebesar Rp 10,9 triliun, bantuan buku tulis gratis sebesar Rp 159 miliar, dan sekolah unggul garuda transformasi sebesar Rp 22,9 miliar.
Selain itu, tambahan anggaran tersebut juga digunakan untuk revitalisasi sebanyak 7.131 lembaga pendidikan yang perlu perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) yang mendesak.
“Anggaran revitalisasi sebesar Rp13,7 triliun direncanakan menyasar 7.131 lembaga satuan pendidikan, yang terdiri dari 6.973 madrasah, 128 sekolah Kristen, 13 sekolah Katolik, 9 sekolah Hindu, dan 8 sekolah Buddha,” jelasnya.
Nasaruddin lalu menyoroti kondisi bangunan madrasah yang saat ini masih banyak membutuhkan perbaikan serius.
Menurutnya, kualitas sarpras adalah cerminan keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan.
“Semuanya harus setara karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka,” tutur dia.
Menag menuturkan, Kemenag ingin memastikan pendidikan keagamaan berjalan beriringan dengan semangat Asta Cita serta direktif Presiden RI Prabowo Subianto dalam mencetak generasi unggul.
Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan,” kata Nasaruddin.









