Harga Emas Berpeluang Cetak Rekor Tertinggi Lagi pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya

J.P. Morgan memproyeksikan harga emas masih berpotensi menembus level tertinggi baru, didukung ketidakpastian geopolitik dan pembelian emas oleh bank sentral.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi emas Antam

Gambar ilustrasi emas Antam

Okepost.id, Jakarta – Harga emas dunia masih memiliki peluang mencetak rekor tertinggi (all time high/ATH) hingga akhir 2026, meski dalam beberapa bulan terakhir pergerakannya cenderung melemah dan stabil setelah sempat mencapai puncak pada awal tahun.

Lembaga riset J.P. Morgan Global Research memperkirakan harga emas dapat menembus sekitar US$6.000 per troy ounce pada akhir 2026. Bahkan, nilainya diproyeksikan meningkat hingga sekitar US$6.300 per troy ounce pada 2027 apabila sejumlah faktor pendukung tetap bertahan.

Setelah mencetak rekor pada akhir Januari, harga emas sempat mengalami koreksi pada Maret. Saat ini, logam mulia tersebut bergerak di kisaran US$4.170 hingga US$4.700 per troy ounce.

Kepala Riset Logam Dasar dan Logam Mulia J.P. Morgan, Greg Shearer, mengatakan arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menjadi penentu utama pergerakan harga emas.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juni 2026 Stabil, Pecahan 0,5 Gram Dibanderol Rp1,41 Juta

Jika The Fed kembali menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi, minat investor terhadap emas berpotensi berkurang karena instrumen investasi berbunga menjadi lebih menarik.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menjadi penopang kuat harga emas. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Israel mendorong investor mempertahankan emas sebagai aset safe haven.

Kekhawatiran terhadap inflasi serta perlambatan ekonomi global juga terus meningkatkan permintaan logam mulia.

Selain faktor geopolitik, pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia diperkirakan tetap menjadi pendorong harga. Meski data resmi menunjukkan perlambatan pembelian pada kuartal pertama 2026, World Gold Council menilai volume sebenarnya masih tinggi karena tidak seluruh transaksi dilaporkan kepada Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga :  Harga Emas Perhiasan Hari Ini 8 Juni 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 24 Karat hingga 13 Karat

China menjadi salah satu negara yang terus memperkuat cadangan emasnya. J.P. Morgan mencatat impor emas bersih China meningkat signifikan pada kuartal pertama 2026 sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS.

Secara keseluruhan, prospek harga emas untuk kembali mencetak rekor tertinggi pada 2026 masih terbuka. Namun, realisasinya akan sangat bergantung pada perkembangan konflik geopolitik, arah kebijakan suku bunga The Fed, serta keberlanjutan pembelian emas oleh bank-bank sentral di berbagai negara.(Pro)

Berita Terkait

Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Cek Nilai Jual Antam, UBS, dan Galeri24 Sebelum Transaksi
IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia
Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik
Harga Emas Antam Diproyeksi Masih Fluktuatif Pekan Depan, Koreksi Dinilai Jadi Peluang Beli
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.782, Saham BBCA hingga TLKM Tekan Pergerakan Indeks
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 9 Juni 2026 Naik? Simak Daftar Lengkap per Gram dari 18K hingga 24K
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 8 Juni 2026 Stabil, Cek Daftar Lengkap dari 24 Karat hingga 13 Karat
Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juni 2026 Stabil, Pecahan 0,5 Gram Dibanderol Rp1,41 Juta
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:07 WIB

Harga Emas Berpeluang Cetak Rekor Tertinggi Lagi pada 2026, Ini Faktor Pendorongnya

Senin, 13 Juli 2026 - 08:13 WIB

Harga Buyback Emas Pegadaian Hari Ini 13 Juli 2026, Cek Nilai Jual Antam, UBS, dan Galeri24 Sebelum Transaksi

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

IHSG Anjlok 1,89%, Peringatan S&P Dow Jones Picu Tekanan di Bursa Saham Indonesia

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:54 WIB

Bitcoin Bertahan di Atas US$63.000 Meski Strategy Lepas 3.588 BTC, Investor Pantau ETF dan Risiko Geopolitik

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:50 WIB

Harga Emas Antam Diproyeksi Masih Fluktuatif Pekan Depan, Koreksi Dinilai Jadi Peluang Beli

Berita Terbaru

Otomotif

Kia Seltos Terbaru, SUV Yang Dirancang Ulang Secara Menyeluruh

Selasa, 14 Jul 2026 - 11:28 WIB